Fortusis Unjuk Rasa Terkait Dana Pendidikan

Fortusis Unjuk Rasa Terkait Dana Pendidikan

Fortusis Unjuk Rasa Terkait Dana Pendidikan

Bandung - Aliansi Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (24/10/2014) terkait pendanaan pendidikan yang dibebankan kepada masyarakat.

Rencana Walikota Bandung menetapkan, beban biaya yang harus dibayar oleh  siswa-siswi SMA dan SMK Negeri di Bandung harus membayar maksimal Rp 300.000 per bulan.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, puluhan orangtua siswa membawa poster, antara lain bertuliskan Biaya Pendidikan di Kota Bandung Tidak Transparan dan Berbau Korupsi, Biaya Pendidikan di Kota Bandung Mahal, Pendidikan di Kota Bandung Harus Steril dari Biaya-biaya Siluman.

Dalam aksi tersebut diisi pula dengan aksi teatrikal yang menggambarkan acuh tak acuhnya unsur pemerintah menyangkut masalah pendidikan. Digambarkan mereka asyik sendiri dengan dunianya.

Hari Santoni, Koordinator Gerakan Fortusis mengatakan, pihaknya menolak keputusan walikota mengenai peraturan itu. "Kami menolak untuk menandatangani surat keputusan walikota hari Senin mendatang," katanya.

Menurutnya, di Kota Bandung beban biaya pendidikan dibebankan kepada orangtua/wali peserta didik, yang secara kumulatif setiap tahun mencapai  Rp  4.500.000 per siswa. "Saya berharap, Bandung bisa mencontoh 20 kota kabupaten lainnya di Jabar," ungkapnya.

Dia berharap, Walikota Bandung bisa konsen terhadap masalah-masalah dasar di Kota Bandung, di antaranya soal pendidikan dan kesehatan. "Kesehatan dan pendidikan lebih penting dibandingkan penyelenggaraan festival di Kota Bandung," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,