Hindari Gesekan, Gojek Bakal Datangi Peguyuban Ojek

Hindari Gesekan, Gojek Bakal Datangi Peguyuban Ojek

Ilustrasi Foto - Net

Bandung – Gojek (Ojek Online) yang kini sedang tren di Bandung ternyata mendapat tentangan dari beberapa tukang ojek konvensional yang biasa mangkal di pangkalan ojek. Para tukang ojek konvensional ini merasa kehadiran Gojek akan menyaingi mereka dan mengurangi omzet mereka.

 

Menurut pengelola Gojek Bandung, Asrul, masalah di lapangan yang kerap terjadi dengan driver Gojek yaitu muncul dari para tukang ojek konvensional. Mereka merasa tersaingi dengan kehadiran Gojek di Bandung, dan menganggap akan memotong rezeki mereka.

 

“Dari rasa tersaingi dan iri itu, banyak tukang ojek malah mengintimidasi driver Gojeg jika melewati daerahnya. Mereka merasa ada Gojeg masuk suatu daerah telah merebut pelanggannya, padahal sistem Gojeg itu lebih tertata dan pelayanannya lebih berkualitas. Pelanggan bisa menggunakan jasa Gojeg hanya dengan menggunakan aplikasi online, jadi tidak bisa sembarangan booking Gojeg,” papar Asrul di Kantor Gojek Bandung di daerah Pascal Hyper Point, Jumat (26/6/2015).

 

Namun masih kata Asrul, pihak manajemen Gojek Indonesia sudah memberikan solusi dari masalah gesekan dengan para tukang ojek konvensional.

 

“Solusinya yaitu manajemen Gojek Indonesia senantiasa mendatangi dan bersilaturahmi dengan Ketua Pangkalan Ojek di seluruh Bandung, di sana pihak Gojeg memberikan solusi kepada mereka untuk gabung Gojek, agar semua tukang ojek di Bandung terorganisir. Terkadang tukang ojek sekarang memberikan intimidasi bagi driver Gojek baik dengan fisik atau ancaman seperti pelemparan. Gojeg bukan saingan para tukang ojek namun mitra mereka,” katanya.

 

Manajemen Gojek memberikan kesempatan kepada para tukang ojek untuk menjadi mitra dengan ketentuan pendapatan sebesar 20 persen untuk perusahaan dan 80 persen untuk mitra. Saat ini mitra Gojek di Bandung sudah ada 2.000 driver yang tersebar ke semua daerah.(AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,