Balai Pustaka Menangkan Tender Rp 59 Miliar

Balai Pustaka Menangkan Tender Rp 59 Miliar

Balai Pustaka Menangkan Tender Rp 59 Miliar

Jakarta - PT Balai Pustaka (Persero) memenangkan tender percetakan Buku Kurikulum 2013 dengan nilai kontrak proyek sebesar Rp 59 miliar.

Siaran pers Balai Pustaka di Jakarta, Jumat (24/10/2014), menyebutkan perjanjian kontrak antara Balai Pustaka dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dilakukan pada 17 Oktober 2014.

"Setelah beberapa waktu terakhir tidak terlibat percetakan buku pelajaran, maka pada tahun 2014 ini Balai Pustaka ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Nilai kontrak sekitar Rp 59 miliar atau ekuivalen dengan 7 juta buku," kata Direktur Utama Balai Pustaka, Saiful Bahri.

Dalam tender percetakan Buku Kurikulum 2013 ini, Balai Pustaka memenangkan empat kontrak regional, yaitu untuk Buku SD sebanyak 3 regional, dan Buku SMP 1 regional.

Tiga regional kategori SD yang dimenangkan, masing-masing Regional 3 Sumatera Utara 2, yaitu Labuhan Batu, Mandailing, Tapanuli, Nias, Sibolga dan Gunung Sitoli, Regional 8 Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jambi, dan juga Regional 15 Jawa Barat 2, yaitu Sukabumi dan Cianjur.

"Sedangkan untuk Buku SMP, kita menang di Regional 4 Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan," katanya..

Selanjutnya Bahri menambahkan, ke depan Balai Pustaka akan terus melakukan peningkatan bisnis, terutama di bidang percetakan, multimedia, manajemen literasi, dan penerbitan buku, dalam rangka turut serta mencerdaskan bangsa.

Untuk usaha pemasaran dan produksi produk multimedia, Balai Pustaka menggandeng PT Inti Konten Indonesia (Intens), anak usaha PT INTI (Persero).

Kerja sama dengan Intens sejalan dengan lini bisnis Balai Pustaka sebagai penyedia konten pendidikan dan sastra budaya.

"Kerja sama ini diharapkan menghasilkan sinergi jangka panjang yang saling menguntungkan dan menguatkan kompetensi kedua pihak," ujar Saiful.

Balai Pustaka berdiri pada tanggal 22 September 1917, yang merupakan institusi pengembang sastra dan budaya.

Dalam perjalanannya Balai Pustaka sejak tahun 1996 menjadi Badan Usaha Milik Negara di bawah pembinaan dari Kementerian BUMN. Balai Pustaka saat ini memiliki empat lini bisnis yaitu: percetakan, penerbitan, multimedia dan manajemen literasi. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,