Pemkot Cimahi Tak Cegah Warga Pendatang

Pemkot Cimahi Tak Cegah Warga Pendatang

Gedung Pemkot Cimahi.(Net)

Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi tidak akan mencegah warga pendatang tinggal di Cimahi setelah Hari Raya Idul Fitri, karena itu bagian dari hak warga negara untuk tinggal di wilayah Indonesia.

"Tidak bisa menahan para pendatang yang akan masuk ke Cimahi karena mereka juga warga Indonesia," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi, Hadi, kepada wartawan di Cimahi, Selasa (30/6/2015).

Ia mengatakan setelah Lebaran, Kota Cimahi sama seperti daerah urban lainnya di Indonesia yang seringkali terjadi lonjakan jumlah warga pendatang.

Kedatangan warga luar kota ke Cimahi itu, kata dia, dengan berbagai alasan, seperti hendak bekerja padahal masih mencari kerja atau berkunjung ke rumah saudara yang kenyatannya menetap di Cimahi.

"Kami tidak bisa melarang mereka dan ini menjadi problem di banyak kota dalam pengendalian jumlah penduduk," kata Hadi.

Ia mengungkapkan bahwa Kota Cimahi yang memiliki luas wilayah terbatas mengalami kesulitan dalam pengendalian penduduk.

Tercatat, kata dia, populasi penduduk di Kota Cimahi mencapai 251.073 jiwa, angka cukup padat di kota yang hanya memiliki tiga kecamatan.

"Kami hanya berkewajiban melakukan pencatatan masalah administrasinya saja, sementara masalah pengendalian penduduk ada di kebijakan pemerintah pusat," katanya.

Pemerintah Kota Cimahi dalam mengatasi lonjakan pendatang setelah Lebaran, kata dia, hanya melakukan pencatatan kependudukan.

Pihaknya mengintruksikan seluruh RT, RW dan Kelurahan untuk mewajibkan pendatang membuat kartu identitas penduduk musiman (Kipem).

"Kami imbau pendatang untuk tertib administrasi kependudukan, dengan membuat Kipem. Kipem ini tidak harus bayar tapi agar masalah kependudukan mudah dengan adannya identitas," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:cimahi,