Sudah 3 Menteri Hina Jokowi, Bursa Reshuffle Menguat

Sudah 3 Menteri Hina Jokowi, Bursa Reshuffle Menguat

Jakarta - Isu pergantian menteri dalam kabinet Presiden Jokowi kembali menghangat. Reshuffle ini khususnya ditujukan kepada menteri di bidang ekonomi, akibat memburuknya kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Menurut Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, ada sejumlah menteri yang dianggap layak terkena reshuffle, yaitu menteri yang tidak sejalan dengan visi misi Nawa Cita Presiden Jokowi. "Menteri itu terutama yang bertentangan dengan visi misi Presiden," katanyadi dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2015).
 
Karyono menyebutkan, setidaknya ada empat menteri yang diganti dan satu menteri yang dipindahkan ke kementerian lain. Pertama, Menteri BUMN Rini Soemarno. Kebijakan yang dibuat oleh Rini selama ini dinilai bertentangan dengan visi misi Jokowi.

"Misalnya Rini mewacanakan perlu adanya penjualan aset BUMN dengan alasan yang macam-macam, seperti ingin jual gedung. Lalu wacana orang asing boleh jadi direksi BUMN. Ini kebijakan yang bertentangan dengan Nawa Cita yang mengedepankan kemandirian," katanya.

Kedua, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.  Sudirman masih kurang pandai dalam mengelola sektor energi. Padahal energi sangat penting dalam membangun kegiatan ekonomi. "Dia mengelola sumber daya yang vital, yaitu energi, yang menentukan kehidupan masyarakat. Tanpa energi dunia akan stuck. Misalnya soal kebijakan yang kontroversi tentang kenaikan BBM," jelasnya.

Ketiga, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang dianggap paling bertanggungjawab pada buruknya kinerja pemerintah di bidang ekonomi. "Sebelum presiden yang bertanggung jawab, Menkonya dulu yang harus bertanggungjawab. Dia juga layak diganti," lanjutnya.

Keempat, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Andi dianggap pantas diganti karena sering mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. "Setkab ini sering membocorkan pidato presiden, seperti saat KAA (Konferensi Asia Afrika)," ungkapnya.

Sedangkan menteri yang dianggap pantas untuk dipindah jabatan yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, lantaran dianggap lebih cocok mengisi jabatan lain, seperti di bidang kemaritiman. 
 
Sementara itu, belakangan ini Publik sempat disuguhkan kabar Menteri perempuan bidang ekonomi yang menghina Jokowi. Ternyata ada tiga menteri dan kepala lembaga setara menteri yang melakukan penghinaan kepada kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. 

"Tidak hanya satu. Ada tiga pembantu presiden yang mengejek-ejek Jokowi. Dua jabatannya sebagai menteri. Satu lagi setingkat menteri," ungkap politikus PDIP Masinton Pasaribu. Namun anggota Komisi III DPR RI itu enggan membeberkan nama tiga menteri  itu.
 
Masinton hanya mengatakan, data ini sudah lengkap dimiliki oleh PDIP. "Ada dua lagi. satu menteri yang ada di pelabuhan, ketika waktu sidak, ada delapan kementerian di sana. Satu lagi setingkat menteri, di dalam istana. Dan dia bicara sama, kurang lebih seperti itu (Presiden peragu). Bicara di dalam komunitasnya," jelasnya.

Menurutnya, ketiga menteri telah telah mendiskreditkan Jokowi. Meski ia membuka perihal ada menteri yang menghina Jokowi  bukan bertujuan memfitnah para pembantu presiden. "Ketiganya setiap hari ada sama Presiden terus," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,