SMAN 21 Bandung AKan Gunakan "Moving Class"

SMAN 21 Bandung AKan Gunakan

Bandung -  Wakil Kepala Sekolah SMAN 21 Erni Seherni membenarkan akan adanya penambahan kuota bangku sekolah. Menurut Erni hal ini adalah kebijakan dari pihak Walikota atau dari Dinas yang mau tidak mau atau suka tidak suka harus menerima hal tersebut walaupun pihaknya menyadari bahwa keberadaan ruang kelas terbatas.

“Ya kami kan tidak mau sampai melanggar atau tidak menerima amanah itu karena ini adalah ketentuan yang sudah ditentukan oleh pihak pimpinan,” ujar Erni. Kamis (9/7/2015)

Untuk kekurangan rombongan belajar (rombel) pihaknya akan mensiasati supaya ketentuan ini diterima dan kegiatan belajar berlangsung sesuai dengan yang ditetapkan. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan kurikulum 2013 dimana proses belajar tidak hanya terfokus di ruangan saja, tetapi menggunakan kelas berjalan.

“Jadi dalam satu kelas bisa digunakan untuk beberapa pelajaran yang biasa disebut moving class, nah ini salah satu bentuknya kita bisa mengakomodir jumlah rombel yang begitu banyak dengan kondisi keterbatasan kelas yang tersedia dengan sistem,” jelasnya. 

Menurut Erni dengan diberlakukannya moving class ini akan lebih efektif untuk pembelajaran karena belajar tidak hanya fokus di kelas saja tetapi bisa juga belajar di lapangan dan itu yang berperan di kurikulum 2013.

 “Jadwal pelajaran yang harus sedemikian rupa dalam yang bersamaan, misalnya kita mau praktek gitu ya,  praktek nggak perlu dalam satu kelas, bisa dua kelas digabungkan dalam praktek yang sama gitu kan, atau misalnya tiga kelas kalau tidak memungkinkan,” paparnya.

Menurutnya juga sekolah harus pandai dalam mengatur jumlah jam dengan keberadaan rombel yang cukup signifikan karena di SMA 21 ini penambahan kuota di luar kemampuan dan dugaan, tetapi pihaknya seberusaha mungkin akan mengaturnya.

 Sementara untuk para pengajar menurut Erni merasa diuntungkan adanya penambahan kuota,  karena sebagai tenaga pendidik dituntut untuk sertifikasi 24 jam dan dengan adanya penambahan ini otomatis jumlah mata pelajarannya akan bertambah sehingga tuntutan sebelumnya bisa terakomodir.

“ Jadi menguntungkan juga, artinya mereka tidak perlu mengajar di luar, mereka juga tidak perlu harus yang tidak linear, kan sekarang kalau tidak linear tidak cair sertifikasinya,”

 Erni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan penambahan kuota bangku siswa karena sudah ada kesepakatan sebelumnya, Erni berharap proses pembelajaran disekolahnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 

“Ini baru sekedar teori, tapi nggak tahu nih kalau pas pelaksanaannya, bener nggak,” ujarnya. (Ode)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,