Muguruza Andalkan Tips Martinez Hadapi Serena

Muguruza Andalkan Tips Martinez Hadapi Serena

London - Garbine Muguruza baru berusia sembilan bulan pada 1994 ketika Conchita Martinez menjadi petenis putri Spanyol terakhir yang menjuarai Wimbledon.

Namun 21 tahun kemudian, Martinez mendapati dirinya berada dalam posisi untuk memainkan peran kunci agar dapat meyakinkan kompatriotnya, bahwa ia dapat meraih hal yang terlihat mustahil pada Sabtu (11/7/2015), dan menghadang upaya Serena Williams untuk memenangi mahkota Wimbledon keenamnya.

"Baik, kami tertawa ketika turnamen dimulai karena saya seperti, Conchita, saya tidak yakin mengenai (permukaan lapangan) rumput," kata Muguruza, mengenang pembicaraannya dengan Martinez yang mengalahkan Martine Navratilova pada final 1194.

Itu merupakan satu-satunya kesuksesannya di ajang utama dan penampilan terakhir Navratilova di final Grand Slam.

"Dia seperti, ayolah, Kamu dapat bermain bagus. Ia hanya mengatakan kepada saya setiap hari, setiap pertandingan, Majulah, Anda melakukannya dengan hebat. Membuat saya memiliki kekuatan." Muguruza memiliki hak untuk cemas mengenai prospek-prospeknya di All England Club.

Sebelum turnamen dimulai, petenis peringkat 20 dunia itu hanya memenangi satu pertandingan di lapangan rumput pada musim panas ini di Eastbourne, setelah kalah pada putaran pertama di Birmingham.

Namun Muguruza yang lahir di Venezuela itu mampu bangkit di Wimbledon, menyingkirkan dua petenis sepuluh besar dunia Angelique Kerber dan Caroline Wozniacki untuk mencapai final pertamanya di turnamen utama.

Ia juga akan menembus peringkat sepuluh besar dunia pada pekan depan, merupakan petenis putri keempat Spanyol yang mampu melakukannya. Jika ia mengalahkan petenis peringkat satu dunia Williams, ia akan menjadi petenis peringkat enam dunia yang baru.

Ia sudah pernah mengalahkan Williams, saat menang di Prancis Terbuka pada 2014 dalam perjalanannya menuju perempat final.

Namun petenis AS itu akan menjadi favorit pada Sabtu.

Ia akan memainkan final kedelapannya di Wimbledon, mengincar gelar keenam.

Ini merupakan final Grand Slam ke-25 bagi Williams, di mana kemenangan akan memberinya gelar utama ke-21, hanya tertinggal satu gelar di Era Terbuka dari Steffi Graf.

Ia juga dapat melengkapi "Serena Slam" kedua sepanjang karirnya dengan menguasai keempat gelar Grand Slam utama di tahun yang sama, membuat ia tinggal mempertahankan gelar AS terbukanya pada September untuk melengkapi kalender Grand Slam pertama sejak Graf pada 1988.

"Saya pikir ini adalah final terbaik yang dapat Anda mainkan, untuk berhadapan dengan Serena di final Wimbledon saya pikir merupakan pertandingan tersulit yang bisa Anda miliki," kata Muguruza.

"Jika Anda ingin memenangi Grand Slam, ketika Anda bermimpi, Anda berkata, saya menginginkan Serena di final. Ia merupakan salah satu petenis terbaik dalam beberapa tahun terakhir."(AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:,