Delapan Srikandi di Kabinet Kerja

Delapan Srikandi di Kabinet Kerja

8 Srikandi di Kabinet Kerja. (ilustrasi: rzL)

MINGGU (26/10/2014) petang, bertempat di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi mengumumkan 34 menteri Kabinet Kerja. Delapan orang di antara 34 menteri yang diumumkan Jokowi merupakan sosok perempuan atau "srikandi".

Ke-8 menteri srikandi tersebut yaitu, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Mersudi , Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosia Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise.

Dari delapan "srikandi" yang menjadi menteri tersebut, sosok Retno Lestari Priansari Mersudi, menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI. Kemudian Yohana Susana Yembise menjadi perempuan pertama dari Papua, yang dipercayai Jokowi menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengamat politik dan peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Siti Zuhro, menyambut baik hal tersebut. "Saya happy tentunya, karena baru kali ini keterwakilan kaum perempuan di eksekutif sekarang ini mencapai 23 persen atau hampir mendekati 30 persen.

Ini hampir mendekati keterwakilan perempuan di legislatif," katanya. Ia mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menempatkan delapan kaum hawa di pemeritahannya, dan menteri perempuan tersebut dipercaya untuk memimpin kementerian yang selama ini dipimpin oleh kaum lelaki. "Biasanya perempuan itu hanya dipercaya mengurus kementerian yang memang identik dengan masalah perempuan dan anak.

Tapi sekarang ada Ibu Susi Pudjiastuti yang jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, lalu ada Ibu Siti Nurbaya yang jadi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan Ibu Retno Lestari Priansari yang jadi perempuan pertama menjadi Menteri Luar Negeri," katanya. Sebagai seorang perempuan yang mengabdikan dirinya di LIPI, kata Siti, ia menilai tangan-tangan perempuan di Kabinet Kerja ini akan memberikan dampak positif bagi jalannya roda pemerintahan yang dinakhodai oleh Jokowi dan Jusuf Kalla selama lima tahun ke depan. "Sensitivitas kaum perempuan jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dan perempuan itu dalam mengerjakan sesuatu jauh lebih detail serta selalu mengandalkan nuraninya.

Hal-hal inilah yang jadi nilai plus kaum perempuan dalam memimpin," ujarnya. Perempuan dan korupsi Siti mengatakan, sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa pada tahun 90-an menyatakan keberadaan perempuan yang memegang peran penting di lembaga eksekutif ternyata mampu menekan atau menurunkan korupsi

"Sejumlah perempuan yang ada di lembaga legislatif kemarin terjerat kasus korupsi. Secara tidak langsung itu jadi rapor buruk untuk kaum perempuan. Oleh karenannya, saya berharap masuknya srikandi-srikandi di Kabinet Kerja ini bisa menekan korupsi di negeri ini, " katanya. Ia mengatakan masuknya perempuan pada Kabinet Kerja ini dipilih bukan hanya sebatas pertimbangan spesifik atau kepandaiannya semata namun kehadiran juga dianggap bisa membuat terobosan yang mungkin selama ini menjadi prioritas menteri laki-laki. "Sebagai fitrahnya perempuan harus menunjukkan leadership perempuannya yakni kalau dia sedang bekerja pasti detail, serius dan menjiwai. Dan itu harus berkorelasi positif terhadap tugas-tugas yang dipercayakan oleh Presiden. Menteri perempuan tersebut, lanjut Siti, harus jadi panutan atau "role model" di tengah citra buruk yang ditinggalkan oleh sejumlah perempuan di lembaga legislatif yang tersandung kasus korupsi. Tentu saja seluruh rakyat Indonesia berharap, diundangnya menteri perempuan yang mengenakan pakaian putih ke Istana Merdeka oleh orang nomor satu di Indonesia, Minggu petang tersebut, menjadi tanda awal dedikasi mereka untuk kemajuan negeri ini. Keberadaan mereka bukan hanya sebagai pelengkap, namun mampu memberi warna bahkan membawa Indonesia ke perubahan yang lebih baik. Semoga. (AY)

.

Categories:PenaCikal,