Ribuan Warga Tuatunu Gelar "Nganggung" Sambut Lebaran

Ribuan Warga Tuatunu Gelar

Pangkalpinang - Ribuan warga Kelurahan Tuatunu Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengelar tradisi "nganggung" dalam merayakan Lebaran Idul Fitri 1436 Hijriyah.

Pantauan Antara usai shalat Idul Fitri, Jumat, ribuan warga membawa dulang tradisional yang terbuat dari semacam daun pandan atau tudung saji berbondong-bondong menuju di setiap masjid di Kelurahan Tuatunu untuk melaksanakan "nganggung".

Dulang berisikan berbagai makanan seperti ketupat, nasi, lauk pauk, kue dan buah-buahan tersebut dibawa untuk disantap secara bersama-sama di setiap masjid di kelurahan itu sebagai wujud meningkatkan semangat gotong royong dan tali silahturahmi warga di daerah itu.

"Nganggung ini merupakan tradisi warga yang sudah dilakukan secara turun temurun untuk menjaga kerukunan antarwarga di daerah ini," kata tokoh masyarakat Keluarah Tuatunu Ahmad Roni saat mengelar tradisi nganggung.

Ia menjelaskan kegiatan nganggung ini dilakukan setelah shalat Idul Fitri. Warga pulang sebentar dan selanjutnya kembali ke masjid membawa dulang berisikan berbagai makanan.

"Seluruh masjid di kelurahan ini mengelar nganggung. Jumlah masjid di Kelurahan Tuatunu sebanyak tujuh unit, sehingga diperkirakan jumlah dulang yang dibawa dan disajikan sekitar 4.000 dulang," ujarnya.

Tradisi nganggung ini, kata dia, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus meningkatkan kerukunan dan tali silahturahmi sesama warga.

"Dengan adanya tradisi ini, maka hubungan antarwarga semakin akrab, sehingga kerukunan semakin terjaga dengan baik," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap generasi muda dan pemerintah dapat melestarikan kembali nganggung, karena tradisi ini dapat memperkuat hubungan dan keakraban antara sesama warga dengan pemimpin pemerintahan.

"Saat ini, tradisi ini di beberapa daerah di Pulau Bangka mulai hilang karena tergerus perkembangan zaman dan budaya moderen," ujarnya. (AY)

.

Categories:Unik,
Tags:,