Aktivitas Niaga di Pasar di Bandung Mulai Normal

Aktivitas Niaga di Pasar di Bandung Mulai Normal

Bandung - Aktivitas perniagaan di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Kota Bandung mulai normal setelah libur lebaran.

"Saya sudah mulai berjualan, meski stok yang kami bawa tidak sebanyak hari biasanya," kata Elah (30) pedagang sayur mayur di Pasar Kordon Buahbatu Bandung, Senin (20/7/2015).

Ia membawa stok sekitar 50-70 persen dari stok dagangan yang biasa ia jajakan. Namun ia mengaku jualannya cukup laku karena warga membutuhkan sayuran setelah hapir lebih dari tiga hari tidak berbelanja.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang daging ayam yang tidak membawa seluruh stok ke pasar. Dan ternyata warga yang membeli daging ayam tidak begitu banyak.

"Kami membawa sekitar 50 persen dari dagangan yang biasa kami bawa, ternyata memang belum banyak yang beli daging ayam," kata Heru, pedagang daging ayam.

Namun demikian secara umum para pedagang sudah mulai mengisi kios masing-masing. Penjual bahan makanan termasuk pedagang yang paling awal masuk dan berjualan di kios masing-masing.

Para pedagang beras, kelontong, daging sapi, telur, cabe-cabean, bumbu dan lainnya sudah lengkap berjualan di pasar-pasar tradisional.

Hanya saja para pedaang buah-buahan tidak terlalu banyak yang mengisi kiosnya, hanya sebagian yang sudah berjualan untuk menghabiskan stok.

Sementara itu para pedagang di ITC Kebon Kalapa, Pasar Baru, Pasar Caringin juga sudah mulai berjualan. Meski demikian banyak kios yang masih tutup ditinggal mudik pemiliknya.

Pantauan di ITC Kebon Kalapa, jumlah pembeli sudah mulai meningkat. Terutama di kios-kios baju seragam anak sekolah dan peralatan sekolah.

Seperti di los pedagang pakaian ITC, sejumlah kios penjual pakaian seragam sekolah sudah penuh oleh pembeli yang membeli seragam untuk anak mereka yang akan memasuki awal musim tahun ajaran baru pada Senin (27/7/2015)) mendatang.

Berbeda dengan sebelum lebaran, pedagang pakaian seragam sekolah kurang laku, namun setelah lebaran mereka marema melayani pembeli.

"Sebelum buka kios para pembeli sudah bergerombol untuk beli seragam sekolah. Pascalebaran ini pembeli membludak, kini giliran kami marema," kata Rohmana, salah seorang pedagang pakaian seragam.

Meski banyak pembeli, namun ia tidak tidak menaikan harga jual. Pakaian seragam untuk SD berkisar Rp50 ribu untuk satu stel yakni baju dan celana.

Kemudian baju seragam SMP berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per stelnya. Kemudian untuk baju seragam bervariasi di atas Rp100 ribu per stel.

"Harga tergantung bahan pakaian, namun banyak yang memilih kain katun dan celana jenis polyster," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,