KPK Geledah Travel Al Amien Universal

KPK Geledah Travel Al Amien Universal

KPK Geledah Travel Al Amien Universal

Jakarta  - Penggeledahan kantor Travel Al Amien Universal dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama 2012-2013, dimaksudkan untuk mencari bukti penyelewenangan kuota haji.

"Oleh karena itu, kemarin digeledah untuk mengetahui ada tidaknya permainan-permainan yang terindikasi fraud atau ketidakjujuran," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di gedung KPK Jakarta, Senin (27/10/2014).

Pada Jumat (24/10), KPK melakukan penggeledahan di PT Al Amien Universal milik mantan Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat Melani Leimena Suharli. "Kasus haji ini tidak hanya pemondokkan, tapi transportasi dan kuota. Kalau ada kuota yang seharusnya kosong secara moral mestinya diprioritaskan kepada calon jamaah haji yang sudah daftar dan usia lanjut. Kita ingin mengetahui ada tidak yang tidak diberikan kepada prioritas itu, lalu diberikan kepada sejumlah pejabat yang menjadi bagian dari nepotisme mantan menteri agama, maka kita lakukan pengecekan," tambah Busyro.

Namun, Busyro menolak untuk menjabarkan hasil penggeledahan karena belum mendapat laporan dari tim satuan tugas (satgas) penyidik di KPK. Biro perjalanan itu membawa sejumlah anggota DPR yang ikut dalam rombongan haji mantan menteri agama Suryadharma Ali pada ibadah haji 2012, yang menyeret mantan ketua Partai Persatuan Pembangunan itu menjadi tersangka kasus haji.

Sementara Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, berkas penggeledahan itu akan digunakan untuk pemeriksaan lanjutan. "Banyak yang digeledah. Kini geledah dulu lalu dilanjutkan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan dan hasil penggeledahan pertama. Kita coba simpulkan, rumuskan, ternyata masih ada yang kurang, kita geledah lagi, karena ada yang berkembang dari pernyataan, kita konfirmasi lewat dokumen lain, makanya kita perlu menggeledah gitu," kata Abraham.

Namun Abraham coba untuk meyakinkan, tersangka dalam kasus itu yaitu mantan Menteri Agama Suryadharma Ali pasti akan ditahan. "Jadi kalau kita belum menyelesaikan berkas 50 persen, kita tidak mungkin menahannya. Tapi saya bisa kasih kepastian, yakin dan percaya tidak ada kasus di sini yang dipetieskan," tegas Abraham. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,