Kejari Cianjur dalam 6 Bulan Tangani 60 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Kejari Cianjur dalam 6 Bulan Tangani 60 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Cianjur - Kejaksaan Negeri Cianjur dalam enam bulan terakhir menangani 60 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dimana kasus tersebut telah sampai pada penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur.

"Dari 60 kasus tindak kekerasaan terhadap perempuan dan anak itu, 80 persen diantaranya telah divonis dan memiliki kekuatan hukum tetap, sedangkan sisanya masih dalam proses persidangan," kata Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi, di Cianjur, Kamis (23/7/2015).

Beberapa faktor naiknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu, tambah dia, salah satunya semakin sadarnya masyarakat melapor terhadap apa yang menimpanya.

"Kalau masyarakat atau korban semakin sadar dan berani melaporkan apa yang dialaminya, secara tidak langsung kesadaran akan hukum juga meningkat. Sehingga dapat menekan angka kekerasan yang banyak menimpa perempuan dan anak itu," katanya.

Untuk memberikan penyadaran hukum, pihaknya, tutur dia, akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi terhadap perlindungan perempuan dan anak. Diharapkan dengan sosialisasi, masyarakat semakin sadar dan peka terhadap kasus yang ada dilingkungannya terutama terkait perempuan dan anak.

"Sosialisasi akan terus kita lakukan, kita ingin masyarakat semakin melek hukum. Terutama bagaimana memberlakukan perempuan dan anak. Kita akan lakukan bersama dengan instansi terkait," katanya.

Sedangkan dari sejumlah kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak yang berhasil dituntut ke persidangan, rata-rata korban berusia 14 tahun, dimana korban sebagian besar menjadi korban dari dampak kemajuan tekhnologi.

Kebanyakan pelaku merupakan korban IT, mereka menonton tayangan yang tidak mendidik dan mempraktekkannya karena tidak tahan. Namun ada pula akibat lain seperti halnya kesepian, katanya.

"Saat ini baru data pertengahan tahun, tapi kalau dilihat dari waktu yang sama pada tahun sebelumnya memang mengalami peningkatan. Tapi kalau secara akumulatif hingga akhir tahun, kita belum bisa memastikan," katanya.

Sedangkan kasus lainya yang menduduki peringkat kedua teratas, adalah kasus penyalahgunaan narkoba dan pencurian kendaraan bermotor. Sehingga pihaknya menilai untuk kasus narkoba perlu penanganan yang serius.

"Ini juga menjadi perhatian kita semua, jangan sampai penyalahgunaan narkoba itu merambah ke lingkungan kita. Kita memerlukan kerja bareng untuk melakukan pencegahan," katanya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,