Tak Ada Toleransi bagi PKL yang Melanggar

Tak Ada Toleransi bagi PKL yang Melanggar

Bandung – Tingginya angka pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) K3 oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL), membuat Wakil Walikota Bandung Oded M Danial kesal. Sebelumnya Pemerintah Kota Bandung memberikan kelonggaran terhadap PKL di tujuh titik sebelum hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Selama lima hari PKL dapat berjualan di lokasi tersebut.
 
Hingga saat ini PKL masih tetap beraktivitas seperti biasa di zona terlarang, untuk itu Oded akan memberikan sanksi kepada PKL yang masih nakal dan melanggar aturan yang sudah ditentukan.
 
"Kita harus memperbanyak operasi biaya paksa. Biaya paksa akan lebih efektif, kedua belah pihak akan kena sanksi," kata Oded seusai Jumat keliling (jumling) di Masjid Baiturrahman Jalan Patrakomala Kota Bandung, Jumat (31/7/2015).

Bersama Satpol PP, Oded akan membuat PKL kembali ke peraturan yang sudah ada. Jika masih ada yang melanggar Oded akan bersikap tegas dengan membersihkan secara paksa PKL yang masih berjualan di sana.
 
"Seperti itulah kondisi PKL kita saat ini, yang paling saya prihatin pembelinya juga sama. PKL berjualan di zona merah, kalau tidak ada pembeli, PKL tidak akan laku. Artinya di sini pembeli juga harus sadar," ucapnya.

Oded menyebutkan nantinya di hari Selasa (4/8/2015) akan segera menggelar rapat Satgasus untuk mendata berapa banyak PNS yang menjadi PPNS di mana nantinya akan disimpan di 7 titik kawasan PKL.
 
 
“Saya sudah intruksikan, tidak ada lagi toleransi, disikat saja harus dibersihkan. Saya harus konsisten," tegasnya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,