Stres dengan Pemerintahan, Kades Bunuh Diri

Stres dengan Pemerintahan, Kades Bunuh Diri

Ilustrasi.

Musirawas - Diduga depresi, Suprianto (40), seorang Kades Sadar Karya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri di pohon karet, pada hari Sabtu lalu pukul 05.00 WIB.
 
Pihak keluarga yang mengetahui kejadian itu sontak terkejut, atas perbuatan nekat yang dilakukan Suprianto.
 
Kapolres Musi Rawas AKBP Nurhadi Handayani membenarkan peristiwa itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti, pihaknya menyimpulkan kematian korban saat ini murni bunuh diri.
 
"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan anggota di lapangan, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban selain bekas jeratan di lehernya. Dari keterangan saksi-saksi, diduga kuat korban bunuh diri karena stres masalah pemerintahan,” kata Nurhadi.
 
Ia pun memaparkan kronologis penemuan mayat berawal saat tetangga korban hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet. Di perjalanan langkah Sukirno (54) terhenti, setelah melihat korban sudah dalam keadaan tergantung.
 
Sukirno pun langsung memanggil warga lainya dan polisi. Setelah polisi dan warga datang, jenazah korban langsung diturunkan dari atas pohon dan dibawa ke Puskesmas O Mangun Harjo untuk dilakukan visum.
 
Menurut Nurhadi, mayat korban ditemukan sekira 100 meter dari rumahnya. Korban terakhir kali bertemu dengan istrinya dan keluar rumah tanpa pamit.
 
Sejauh ini, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang warna biru sepanjang dua meter. Nurhadi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mengambil keputusan dengan mengakhir hidup.
 
Diharapkan, ke depan tidak ada lagi warga yang bunuh diri karena dalam syariat Islam bunuh diri merupakan dosa. Untuk itu, masyarakat diminta lebih mendekatkan diri kepada Allah karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:daerah,