Keunikan Kilimanjaro Menanti Sebelum Punah pada 2030

Keunikan Kilimanjaro Menanti Sebelum Punah pada 2030

Tanzania -  Salju yang menyelimuti puncak gunung tertinggi di Afrika Kilimanjaro, merupakan salah satu bukti dari dahsyatnya pemanasan global. Para ilmuwan telah menemukan, 85 persen dari es yang menutupi gunung yang sebelumnya sangat menawan ini dari tahun ke tahun terus mencair. 
 
Lebih dari seperempat es yang menutupi gunung tersebut sudah mencair pada awal 2000-an. Beberapa orang ahli memprediksi, bahwa gletser legendaris Tanzania tersebut akan hilang sepenuhnya dalam dua dekade mendatang.
 
Ya, memang sangat disayangkan apabila kita tidak sempat melihat bagaimana menawannya puncak gunung tertinggi di Benua Afrika ini, sebelum benar-benar meleleh. Betapa tidak, gletser di Gunung Kilimanjaro yang telah berusia sekitar 10.000 tahun tersebut diprediksi akan habis pada tahun 2030.
 
"Selama ini seluruh bentuk es, yang memegang sebagian besar dari sisa es glasial Kilimanjaro telah mengalami penyusutan lebih dari 140 juta kaki kubik (4 juta meter kubik) es dalam 13 tahun terakhir," kata Pascal Sirguey, seorang ilmuwan penelitian di University of Otago di New Zealand. 
 
Bidang itu berbentuk kubus berukuran sekitar 520 kaki (158 meter) pada setiap sisinya. Hilangnya volume ini sekitar 29 persen terjadi sejak tahun 2000, sedangkan secara keseluruhan luas permukaan yang sudah hilang mencapai 32 persen. 
 
Pada tahun 2014 lalu, padang es  di gunung itu terbelah dua, yang memunculkan lava yang mungkin tidak pernah melihat matahari selama ribuan tahun. Menurut temuan peneliti, Credner Glacier, yang mungkin mendapatkan lebih banyak sinar matahari di titik barat lautnya, menyumbang hampir setengah (43 persen) dari kehilangan es dalam kurun waktu dekade terakhir. 
 
"Apabila gletser yang berada di bagian utara Kilimanjaro terus menyusut seperti yang terus berlangsung dalam kurun 12 tahun terakhir ini, maka Credner akan benar-benar menghilang pada tahun 2030 mendatang," kata Sirguey. 
 
Sedangkan sisa es akan bertahan selama 30 tahun lagi dari sekarang.  Sekitar 700 juta kaki kubik (20 juta meter kubik) es tersisa di gletser utara, 71 persennya terdapat di Drygalski dan Great Penck Glaciers. Sirguey dan rekannya melacak perubahan yang sedang berlangsung di Kilimanjaro, dengan model elevasi digital rinci dikembangkan dari satelit GeoEye-1. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,