Sembilan Isu Lingkungan Hadang Jokowi

Sembilan Isu Lingkungan Hadang Jokowi

Greenpeace Indonesia.

Jakarta - Greenpeace Indonesia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyelesaikan sembilan isu lingkungan guna mencegah perubahan iklim global yang berpeluang menimbulkan berbagai bencana alam.
 
"Dalam menyelamatkan dan melindungi lingkungan ini, memang dibutuhkan sosok presiden yang dapat memimpin, memberikan visi, serta menggunakan pengaruhnya dalam skala nasional, maupun internasional," kata Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting di Jakarta, Rabu (29/10/2014).
 
Ia menjelaskan, sembilan isu lingkungan itu menurut polling digital Greenpeace adalah pencemaran sungai oleh bahan kimia berbahaya industri, kebakaran hutan dan gambut di Sumatera dan Kalimantan.
 
Kemudian, alih fungsi hutan lindung dan lahan pertanian, pencemaran perairan oleh limbah pertambangan, dan perlindungan hukum untuk usaha pelestarian lingkungan.
 
Selanjutnya, penangkapan ikan berlebih dan ilegal di perairan nusantara, pembatalan rencana reklamasi Teluk Benoa, Bali, pembatalan izin dan kegiatan tambang PT Metal Mikgro Perdana (MMP) di Pulau Bangka, Sulawesi Utara dan pembatalan rencana pembangunan PLTU Batubara Batang, Jawa Tengah.
 
"Selama ini, kerusakan lingkungan dari sembilan isu kerusakan lingkungan ini telah mengakibatkan malapetaka bagi masyarakat," ujarnya.
 
Menurut dia, perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang dan telah diketahui menyebabnya, yaitu ulah manusia dan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
 
"Pemanasan global ini menyebabkan mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, 'coral bleaching' dan gelombang badai besar," ujarnya.
 
Ia mengatakan, kawasan yang terkena dampak paling besar dari pemanasan global adalah negara pesisir pantai, negara kepulauan, dan daerah negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
 
"Kami berharap presiden melalui kabinet bekerja, bekerja dan bekerja ini mencari solusi kerusakan lingkungan ini, demi bangsa dan masyarakat ini," ujarnya. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,