Harga Daging Sapi Membumbung Tinggi, RPH Ketar Ketir

Harga Daging Sapi Membumbung Tinggi, RPH Ketar Ketir

Salah seorang pedagang daging sapi yang mogok. (Foto: Ist)

Bandung - Harga daging sapi yang membumbung tinggi,dan aksi mogok jualan para penjual daging sapi, memberikan dampak yang sangat luas dalam industri perdagangan di Indonesia.

Bukan hanya para pedagang daging sapi yang mengalami penurunan omset atau bahkan tidak mendapatkan pemasukan penghasilan saat mereka memilih langkah mogok berjualan untuk dapat merangsang kebijakan pemerintah tersebut.

Namun lebih luas imbas yang ditimbulkan dari aksi ini yaitu, turunnya juga penghasilan para pemilik Rumah Potong Hewan (RPH), serta beberapa pengusaha di bidang penggemukan sapi-sapi pedaging.

Hal itu di ungapkan Sri,yang telah lama menggeluti bisnis Rumah Potong Hewan,Sri mengaku mengalami imbas yang sangat besar.

Sri menegaskan penurunan omset penghasilannya tersebut bisa mencapai hingga 100 persen.

Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui wartawan di RPH, Jalan Arjuna Kota Bandung, Selasa (11/8/2015).

"Penurunannya hingga 100 persen,Ya karena tidak ada pemotongan, maka retribusi pelayanan RPH juga tdak ada. Biasanya rata 100 ekor/hari x
Rp 30 ribu = Rp 3 juta," ungkapnya.

Sri yang menekuni bisnis ini lebih dari sepuluh tahun berharap agar,pemerintah bersama para pedagang dapat menghasilkan kesepakatan secepat mungkin dari permasalahan yang ada saat ini,sehingga semuanya dapat kembali normal.

"Semoga segera dapat disepakati tidak dilanjutkan mogoknya, sehingga pemotongan dapat berlangsung kembali dengan harga yang kembali normal," harapnya. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,