Malas Pakai Tabir Surya? Awas Risiko Keriput

Malas Pakai Tabir Surya? Awas Risiko Keriput

Jakarta - Di antara penyebab munculnya keriput pada wajah, salah satunya karena malas memakai tabir surya terutama saat berkegiatan di luar ruangan menurut dr. Amaranila Lalita Drijono, Sp.KK dari Perempuan Clinic, Kelompok Studi Dermatologi Laser Indonesia. 

 
"Problem keriput umumnya bisa karena malas pakai sunscreen. Namanya gaya hidup masyarakat Indonesia sekarang, leissure time nya outdoor karena pengaruh Western Culture, seperti mandi matahari, pakai baju terbuka," kata Nila dalam peluncuran L'Oreal UV Perfect Aqua Essence City UV Mist spray, di Jakarta, Kamis (20/8/2015). 
 
Padahal, lanjut dia, saat matahari tengah terik-teriknya, perlidungan kulit merupakan hal penting, karena berhubungan dengan penuaan dini, salah satunya ditandai munculnya keriput. 
 
"Terpapar sinar matahari ada kaitannya dengan penuaan dini. 80 persen penuaan dini karena sinar matahari," kata Nila. 
 
"Umur 31 tahun tetapi dahinya sudah banyak garis halus. Lalu di umur 28 tahun sudah ada kutil-kutil kecil, itu menandakan sudah terpapar sinar matahari berlebihan," tambah dia. 
 
Lebih lanjut, sinar ultraviolet dari matahari terutama UV - A bisa menembus lapisan dermis kulit. Bila lapisan dermis terpapar terlalu lama, bisa menjadi tipis. Akibatnya, penuaan kulit cepat terjadi. 
 
Oleh karena itu, menurut Nila, salah satu pencegahan utama penuaan dini, ialah menggunakan tabir surya. Kendati memang, tabur surya tidak dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari 100 persen. 
 
"Pencegahan utama penuaan dini, menggunakan tabir surya, terutama untuk mencegah semakin memburuk (nya keadaan)," tutur Nila. 
 
"Untuk iklim kita, yang terbaik tabir surya dengan minimum SPF 30 dan PA+++ (plus tiga)," tambah dia.(Ode)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,