Massa SPSI Desak Pemerintah Bubarkan BPJS

Massa SPSI Desak Pemerintah Bubarkan BPJS

Medan - Massa pengunjuk rasa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mendesak pemerintah, untuk segera membubarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Selasa (25/8/2015).
 
Unjuk rasa yang digelar di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) tersebut, massa mengeluhkan pelayanan BPJS Kesehatan yang semakin tidak karuan, jika dibandingkan awal mula program tersebut dicanangkan.
 
"Pelayanan BPJS Kesehatan  di rumah sakit hanya sampai pukul 22.00 WIB, bahkan ada yang sampai pukul 17.00 WIB. Jadi bagaimana kalau ada pasien yang sakit tengah malam,” kata Ketua DPC FM SPSI Kota Medan, Gimin.
 
Dalam aksi itu, massa juga mengeluhkan pelayanan yang menyulitkan pasien. Tak jarang mereka kesulitan untuk menemui dokter spesialis. Tidak hanya itu, massa meminta pemerintah untuk menghapuskan BPJS Ketenagakerjaan , sekaligus mengembalikannya menjadi Jamsostek. 
 
Hal itu dikarenakan mereka merasa keberatan dengan pemotongan upah, untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, massa meminta pemerintah untuk tidak mengintervensi masyarakat, untuk mengikuti kedua program tersebut.
 
Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara Efendi Panjaitan yang didampingi anggota Komisi E lainnya, yaitu Syamsul Bahri dan Richard Sidabutar mengatakan hal itu menjadi catatan bagi BPJS untuk memperbaiki pelayanan. 
 
Untuk itu, pihaknya akan membawa keluhan masyarakat ini ke pemerintah pusat agar selanjutnya dapat ditinjau ulang. “Ini menjadi teguran bagi BPJS, dinas kesehatan, para dokter, dan semua pihak yang terkait supaya mereka bisa memberi kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Setelah memberikan lembaran pernyataan, seluruh massa kembali membentuk barisan dan melanjutkan aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,