Medivest Investasikan Rp 50 M untuk Pemusnah Limbah

Medivest Investasikan Rp 50 M untuk Pemusnah Limbah

Karawang - PT Jasa Medivest, salah satu anak perusahaan BUMD Jawa Barat mengeluarkan investasi Rp 50 miliar untuk pembangunan incinerator (mesin pemusnah limbah) kedua, di Dawuan, Kabupaten Karawang

"Nilai investasinya Rp 50 miliar menggunakan teknologi ITB dan alhamdulillah kami sudah tidak punya hutang ke bank, sehingga untuk pengembangan usaha Jamed (Jasa Medivest) ke depan akan mengoptimalkan sumber pendanaan dari pihak ketiga atau perbankan," kata Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandi Buwono, saat acara groundbreaking pembangunan incinerator kedua, Selasa (25/8/2015).

Ia menuturkan, pembangunan kedua incinerator tersebut diharapkan mampu mengakomodir pengelolaan limbah medis yang sesuai standar dan aturan di Jawa Barat.

"Ini untuk mengakomodir kebutuhan Jabar, karena saat ini, incinerator yang kami miliki baru mengcover 50 persen pengelolaan limbah medis dari kinik, puskesmas dan rumah sakit di Jawa Barat," kata dia.

Sementara itu, Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menambahkan menuturkan keberadaan PT Jasa Medivest yang berada di wilayahnya dinilai telah membantu pihaknya dalam hal pengelolaan limbah medis.

"Oleh karena itu harapan kami ialah Kabupaten Karawang akan menggerakkan seluruh instansi kesehatan untuk bekerjasama dengan Jamed (Jasa Medivest) dalam hal pengelolaan medis, dengan diresmikan groundbreaking pembangunan incinerator kedua ini," kata Cellica.

Saat ini, kata dia, ada 50 rumah sakit swasta dan 300 an klinik di Kabupaten Karawang.

"Dari jumlah tersebut, sudah 90 persen pengelolaan limbah medisnya dikelola Jamed sehingga masih ada sisa 10 persen lagi. Ini akan kami dorong," kata dia.

Bertempat di Jalan Inter Change Dawuan Tengah Tengah, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jabar, Selasa sore, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan incinerator (mesin pemusnah limbah) ke-2 miliki PT Jasa Medivest, salah satu anak perusahaan BUMD Jabar yang bergerak di bidang pengelolaan limbah medis.

"Apa yang dilakukan oleh PT Jasa Medivest ini adalah contoh nyata yang diberikan perusahaan Jawa Barat kepada seluruh masyarakat Indonesia akan peran aktifnya dalam pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup melalui jasa publik di mana pemerintah dan dunia usaha turun tangan dalam upaya pemusnahan limbah medis secara terpadu," kata Ahmad Heryawan.

Pembangunan incinerator kedua yang menggunakan teknologi dari buatan Insitut Teknologi Bandung tersebut di bangun di atas lahan seluas 2,7 hektare milik PT Jasa Medivest.

Ia mengatakan bahwa peningkatakan kapasitas mesin pemusnah limbah medis yang dilakukan oleh PT Jasa Medivest tersebut sejalan dengan visi misi Provinsi Jawa Barat dalam pelestarian lingkungan.

"PT Jamed (Jasa Medivest) telah melakukan apa yang diamanatkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kepmenkes 1204 Tahun 2014 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,