Squash Targetkan Medali Emas SEA Games

Squash Targetkan Medali Emas SEA Games

Bandung - Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI) menargetkan medali emas pada SEA Games XXIX/2017 di Malaysia.

"Kami bisa membuktikan dalam SEA Games 2015 kemarin, tim Squash meraih dua perak satu perunggu dan diharapakan nanti pada SEA Games yang akan datang dapat medali emas," kata Ketua Umum PB PSI Alfitra Salam di Bandung, Sabtu.

Ia mengatakan dalam rapat kerja PB PSI yang pertama kalinya setelah dilantik sebagai Ketua Umum PB PSI mengharapkan adanya kebijakan baru, khususnya yang berkitan dengan SEA Games 2017.

Strategi yang dilakukan yakni dengan memperbanyak uji coba, dan sudah tiga bulan tim squash uji coba ke Hongkong, Malaysia dan Thailand.

Rencananya uji coba selanjutnya ke Pakistan dan Inggris karena di sana merupakan induknya olahraga Squash. Selain SEA Games, tim squash Indonesia menargetkan medali pada Asian Games dan bisa mengikuti Olimpiade.

"Target kami di Asian Games bisa memperoleh medali, meskipun kami belum mendapatkan medali emas atau perak minimal kami dapatkan perunggu pada Asian Games mendatang," katanya.

Strategi lainnya memperbanyak infrastruktur, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, PHRI dan asosiasi mall. Sehingga infrastruktur olahraga squash dapat ditemui di lembaga pendidikan, hotel dan mall.

"Untuk lembaga pendidikan kami akan memasukkan olah raga squash ini ke perguruan-perguruan tinggi. PB PSI akan membuat lapangan berstandar internasional di kantor Kemenpora," katanya.

Menurutnya dengan dibuat lapangan tersebut para atlet yang berada di Jakarta dapat berlatih dan bertanding bersama dan dikemudian hari setelah PSI stabil pihaknya akan membentuk Akademi Squash Indonesia.

"Intinya di samping prestasi dan penyebaran infrastruktur, kami juga perlu memperbanyak Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) karena sekarang baru ada 15 Porprov yang stabil," katanya.

Ia mengatakan idealnya setiap provinsi mengadakan Porprov dan tahun 2015 akan dibentuk di Kalimantan Tengah, Jambi dan Papua.

Gorontalo memang sudah ada namun baru pembentukan pengurus, begitipun dengan Jambi. Di samping itu pejabat-pejabat belum mengenal baik olahraga squash. (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:,