BP3IPTEK Petakan Genetika Ayam Asli Jawa Barat

BP3IPTEK Petakan Genetika Ayam Asli Jawa Barat

Bandung - BP3IPTEK (Badan Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek) Jawa Barat saat ini sedang melakukan pemetaan genetika ayam asli Jawa Barat, yakni Ayam Sentul Debu, Batu, Geni, Emas dan Kelabu.

"Penelitian Ayam Sentul ini sudah kami lakukan sejak tahun 2014 dan saat ini kami sedang melakukan mapping genetikanya," kata Kepala BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat Dr Lukman Shalahuddin, di Bandung, Jumat (4/9/2015).

Ia mengatakan proses pemetaan genetika Ayam Sentul tersebut dikerjasamakan dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Barat yakni Universitas Padjadjaran.

"Jadi dalam mapping genetik ini kami dan Unpad Ayam akan menentukan jenis Ayam Sentul mana yang paling unggul baik dari segi DNA ataupun sisi atau nilai ekonomisnya," kata dia.

Ia menjelaskan, beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Ayam Sentul seperti tipe dwiguna (penghasil telur dan daging), pertumbuhan relatif lebih cepat, relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit tetelo/ND.

"Kemudian dibandingkan ayam buras lainnya ayam ini memiliki jumlah produksi telur lebih banyak satu hingga tiga butir/ekor/periode yakni sekitar 118 butir ekor/tahunnya," kata dia.

Ia mengatakan pengembangan dan penelitian Ayam Sentul tersebut dilakukan agar Jawa Barat, selaku pemasok daging terbesar di Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor bibit ayam.

"Selama ini untuk grand parent stok (bibit) ayam yang masuk ke kita itu didatangkan dari luar negeri seperti Amerika. Kita ingin melalui Ayam Sentul ini bisa mandiri tidak tergantung terhadap asing," kata dia.

Pihaknya berharap proses mapping dan perbaikan genetika dari Ayam Sentul tersebut akan selesai pada tahun 2016 mendatang.

"Semoga pada tahun 2016. Sudah ada pemurnian genetika dari Ayam Sentuldkdd ini. Sehingga GPS nya nanti bisa berdasarkan pemurnian plasna nutfahnya, apakah yang unggul dari segi dagingnya, telurnya dan lain-lain," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan salah satu kendala yang dihadapi pihaknya dalam pengembangan dan penilitian Ayam Sentul ini adalah pencarian bibit murninya.

"Diperlukan bibit murni yang benar-benar bagus. Si bibit murni ayam ini saat hendak diteliti harus melewati15 pengujian. Dan itu bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan," kata dia.

Total anggaran yang disiapkan untuk penelitian Ayam Sentul ini adalah Rp150 juta.

Sementara itu, salah seorang peternak ayam asal Kabupaten Ciamis, Fanni Ahmad menambahkan dirinya enggan membudidaya Ayam Sentul karena pasar yang akan menerima ayam ras asli Jabar ini belum tersedia.

"Sehingga pemerintah diminta membuka akses bagi peternak untuk mendekatkan diri kepada pelaku yang akan menyerap Ayam Sentul," kata dia.

Dirinya dan peternak lainnya menyatakan kebingungan saat akan membudidaya ayam tersebut karena rantai perdagangan ayam sentul belum optimal antara peternak pembibit, pembesar, pemasok dan pasar.

"Memang menguntungkan tapi koodinasi antar pihak terkait dalam alur ayam ini belum terbentuk sempurna terutama untuk akses pasarnya sehingga peternak masih setengah-setengah dalam melakukan budidaya," ujar dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,