Pesawat Jabiru Karya SMKN 12 Bandung Curi Perhatian

Pesawat Jabiru Karya SMKN 12 Bandung Curi Perhatian

Pesawat Jabiru karya SMKN 12 Bandung menjadi pusat perhatian pengunjung BAS 2015. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – Ada yang menarik perhatian pada acara Bandung Air Show 2015 yang digelar di Bandara Husen Sastranegara, Kota Bandung dari Kamis (10/09/2015) sampai Minggu (13/09/2015), perhatian itu tertuju pada stand pameran pesawat Jabiru 430 karya anak SMKN 12 Bandung. Pesawat karya anak bangsa ini ternyata dibuat dalam kurun waktu yang cukup singkat yaitu 4 bulan.

Pesawat Jabiru 430 pertama dibuat pada bulan Februari 2011 dan selesai pada bulan Juni 2011, dengan melibatkan para siswa SMK jurusan penerbangan sebanyak 33 orang, pesawat ini bisa rampung dalam kurun waktu cepat kurang dari 5 bulan.

Menurut penjaga stand yang juga siswa SMKN 12 Bandung, Ferry, nama Jabiru diambil dari nama burung asal Australia.

“Nama Jabiru juga sesuai karena sebagian besar komponen yang digunakan untuk merakit pesawat ini bahan baku dari Australia. Untuk menerbangkan pesawat ini, kami bisa menggunakan bahan bakar pertamax plus atau BBM beroktan 95. Kapasitas mesin pesawat sebesar 3.300 cc ini bisa menampung tangki BBM sebanyak 35 liter,” terang Ferry di acara Bandung Air Show 2015 belum lama ini.

Untuk spesifikasi pesawat, Jabiru mempunyai panjang sayap sebesar 6 meter dengan lebar sayap mencapai 9 meteran.  

“Dalam perakitan pesawat ini ada beberapa tahap yang harus dilalui, mulai dari bagian konstruksi rangka, bodi pesawat hingga mesin, semua dikerjakan dengan bantuan 5 guru pembimbing. Total biaya yang dikeluarkan untuk membuat pesawat ini mencapai satu miliar rupiah,”ceritanya.

Dengan kapasitas tangki BBM yang terbatas, Jabiru 430 bisa mengudara hingga 4 jam non stop dengan jarak tempuh mencapai 400 Kilometer.

“Jabiru 430 pertama kali diujicobakan terbang pada 3 Januari 2015, Saat dirakit hingga terbang perdana ternyata Jabiru mengalami kendala dalam segi izin terbang. Setelah sertifikat layak terbang keluar dari Kementerian Perhubungan barulah Jabiru diuji terbang. Jabiru telah mengudara dari Bandara Husen sastranegara menuju Bandara Sulaiman Kopo,” serunya.

Pembuatan Jabiru 430 karya anak bangsa ini selain didanai oleh uang pemerintah juga didukung dari relawan, saat ini Jabiru 430 terkendala masalah asuransi agar bisa bebas dan enak terbang, Masa asuransi yang sudah habis ternyata harus diperpanjang dengan merogoh kocek Rp. 500 juta, SMKN 12 Bandung mengharapkan ada pihak sponsor atau bantuan pemerintah yang mau mendanai masalah surat asuransi.

Pesawat Jabiru 430 karya SMKN 12 Bandung didukung oleh berbagai jurusan penerbangan seperti ; jurusan konstruksi badan pesawat, konstruksi rangka pesawat, hingga elektronik pesawat. (Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,