4 Bom Mobil dan 250 Mortir Diledakkan di Dua Kota di Suriah

4 Bom Mobil dan 250 Mortir Diledakkan di Dua Kota di Suriah

Damaskus - Kelompok gerilyawan pada Jumat (18/9/2015) meledakkan empat kendaraan yang diisi peledak dan menembakkan lebih dari 250 bom mortir ke dua kota kecil yang kebanyakan penghuninya pengikut Syiah di Suriah Utara, kata satu kelompok pemantau.

"Suara ledakan kuat" terdengar dan mengguncang Kota Kecil Foa dan Kafraya di Provinsi Idlib di bagian barat-laut, sebagai bagian dari gelombang baru serangan yang dilancarkan oleh gerilyawan baru-baru ini.

Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia menyatakan kelompok tersebut belum memperoleh perkiraan korban jiwa atau kerugian akibat serangan pada Jumat.

Angkatan Udara Suriah, katanya, melancarkan serangan terhadap posisi gerilyawan di Binnish, Kota Kecil di Idlib, yang kebanyakan telah jatuh ke tangan gerilyawan, kecuali dua kota kecil pemeluk Syiah dan beberapa tempat di pinggirannya.

Awal September, gerilyawan di Idlib merebut pangkalan udara Abu Ad-Duhur, setelah pertempuran melawan tentara Pemerintah Suriah.

Kota kecil pemeluk Syiah itu telah dikepung selama berbulan-bulan, setelah gerilyawan merebut kota kecil di sekitar Idlib, demikian laporan Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu pagi (19/9/2015).

Penghentian serangan gerilyawan terhadap Kafraya dan Foa dirundingkan antara delegasi gerilyawan dan Iran dalam beberapa pekan belakangan. Tapi perundingan tersebut gagal menyelesaikan keadaan di kota kecil itu sebab gerilyawan menetapkan tuntutan yang tak bisa dipenuhi oleh pasukan pemerintah.

Sementara itu, warga dari kedua kota Syiah tersebut --yang tinggal di Ibu Kota Suriah, Damaskus-- melancarkan beberapa pawai baru-baru ini di jalan menuju bandar udara internasional Damaskus. Mereka menuntut pasukan pemerintah dan gerilyawan Lebanon, Hizbullah, mengangkut mereka ke Foa dan Kafraya.

Krisis Suriah, yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun, telah berubah menjadi konflik sektarian, antara gerilyawan --yang berfaham Sunni-- serta kelompok garis keras seperti Negara Islam serta Front An-Nusra dan kelompok lain minoritas di Suriah, kebanyakan penganut Syiah. Presiden Bashar Al-Assad berasal dari kelompok Alawi, satu bagian kelompok Syiah. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,