Rupiah Jeblok, Jokowi-JK Terlena dengan Cara-cara Neolib

Rupiah Jeblok, Jokowi-JK Terlena dengan Cara-cara Neolib

Jakarta - Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS karena Indonesia tidak memiliki daya tahan ekonomi yang baik. Terlebih pemerintah selalu menuding kondisi yang saat ini lantaran pengaruh eksternal.
 
"Penyataan pemerintah itu karena tidak mau melakukan perbaikan kondisi di dalam. Masalah besar nilai tukar rupiah akibat adanya lalu lintas devisa dan nilai tukar bebas yang sudah terjadi sejak tahun 1997. Hal itu menyebabkan akibatnya ambruknya rupiah," kata pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, dalam sebuah dikusi di Jakarta.
 
Di samping itu, undang-undang tentang penanaman modal di dalamnya ada azas kebebasan dimana setiap keuntungan investor asing, uangnya bisa dipindahkan seketika kemanapun dia mau. Akibatnya, lalu lintas devisa tidak terkendali. "Seketika uangnya bisa dipindahkan,” katanya.
 
Sementara negara yang tidak menguasai pasar domestik atau menguasai cabang-cabang produksi yang penting, terlebih sumber daya produksi dan distribusi dikuasai pihak asing. "Tidak menguasai sumber daya strategis di tengah gempuran ekspor. SDM kita yang tidak berubah dari jaman belanda yakni komoditas primer,” tegasnya.
 
Penyebab lain adalah industri perbankan dikuasai oleh asing. Paling parah dalam Surat Berharga Negara (SBN) ada sekitar 38 persen komponen asing. Saat 2 persen dari komponen itu lari, maka akan mempengaruhi nilai rupiah.
 
Disebutkan, gonjang-ganjing kondisi politik saat ini juga tidak bisa memberikan keyakinan kepada investor. Apalagi masuknya mafia bisnis ke dalam parpol yang menyelinap disetiap momen Pileg, Pilkada hingga Pilpres.
 
"Saat mereka berkampanye sampai melahirkan kebijakan eksekutif dan legislatif, ujungnya otoritas palsu dan keterwakilan palsu. Keterwakilan, suara dibeli bukan hanya pada pileg tapi pada pilpres. Maka otoritas otoritas yang dimunculkan penguasa otoritas palsu,” paparnya.
 
Ichsanuddin menambahkan, apa dalam menyikapi persoalan nilai tukar, pemerintah Jokowi belum mengambil langkah apapun, karena sudah terlalu asik dengan cara ekonomi neolib. "Jokowi-JK belum ngapai-ngapain, terlalu asik kelamaan dengan cara-cara neolib,” tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,