Juve dan Roma Berada dalam Tekanan

Juve dan Roma Berada dalam Tekanan

Milan - Pembicaraan mengenai krisis ketika musim ini baru bergulir sebanyak lima pertandingan mungkin merupakan hal prematur, namun tekanan terdapat pada Juventus dan AS Roma untuk memperlihatkan tekad mereka meraih 'scudetto' di tengah rekor start 100 persen Inter Milan di Liga Italia Juventus menyelesaikan musim lalu dengan trofi liga keempat mereka secara beruntun, Piala Italia, dan tiket ke final Liga Champions, di mana pasukan Massimiliano Allegri kalah 1-3 dari Barcelona.

Namun sejauh ini raksasa Turin itu baru mendulang lima angka dari satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan yang membuat mereka menghuni peringkat ke-13 dan terpaut sepuluh angka dari pemuncak klasemen Inter.

Roma sedikit lebih baik, pasukan Rudy Garcia -- yang finis sebagai runner up pada dua musim terakhir -- menghuni peringkat kesembilan dengan terpaut tujuh angka dari pasukan Roberto Mancini.

Pada kalender pertandingan serupa di tahun lalu, Juventus dan Roma telah meninggalkan para pesaingnya untuk mengejar gelar liga begitu jauh di belakang.

Kini, hasil buruk pada pertandingan mereka melawat ke Napoli dan menjamu Carpi dapat membuat mereka bertukar peran dengan tim-tim lain.

"Kami harus memperbaiki diri dengan cepat," aku Allegri setelah sang juara bertahan kemasukan gol penyama kedudukan di menit terakhir saat melawan Frosinone, yang membuat tim debutan di Serie A itu mampu meraih angka pertamanya di kompetisi teratas Italia pada tengah pekan.

Roma bermain imbang dengan tuan rumah Sampdoria pada Rabu, sebelum bek Kostas Manolas mencetak gol bunuh diri ketika pertandingan tinggal menyisakan lima menit yang membuat tuan rumah mampu mengunci kemenangan 2-1.

"Saya puas dengan cara kami bermain namun kami tidak layak kalah pada pertandingan ini," klaim Garcia.

Allegri tidak akan diperkuat Mario Mandzukic yang cedera untuk pertandingan sulit di Napoli, dan menghadapi dilema terkait pemilihan pemain setelah dipaksa mengganti formasi pada pertengahan pertandingan Rabu ketika mereka bermain imbang di Turin.

Ia kini diharapkan untuk menduetkan Paulo Dybala dengan Alvaro Morata di lini depan, di mana Gianluigi Buffon -- yang diistirahatkan bersama Patrice Evra dan beberapa pemain reguler lain -- kembali ke bawah gawang untuk menggantikan Norberto Neto.

Allegri menepis asumsi bahwa timnya menghadapi krisis, namun ia memperingatkan para pemainnya, "Kami harus bertumbuh sebagai tim dengan memenangi pertandingan-pertandingan, bukan membuat kesalahan-kesalahan yang merugikan." "Kami perlu bekerja dan memperbaiki tim ini ke level tertentu. Kami harus berkembang, jika tidak kami akan menjadi tim yang dapat mengalahkan siapapun namun juga dapat dikalahkan siapapun." Satu-satunya hal positif untuk Juve adalah bentuk permainan yang tidak dapat diprediksi dari Napoli.

Setelah gagal memenangi ketiga pertandingan pembukaan mereka, pasukan Maurizio Sarris menghancurkan Club Brugge dengan skor 5-0 di Liga Europa, dan menambahi lima gol lainnya saat menang 5-1 atas Lazio Minggu lalu.

Bagaimanapun, pada Rabu mereka bermain imbang tanpa gol di markas pendatang baru liga Carpi, yang memicu media memperkirakan Napoli kelelahan setelah pesta gol.

Sarri tidak sependapat, dengan berkata, "Orang-orang akan menyebut saya gila, namun saya pikir kami memainkan permainan yang bagus." Banyak pengamat sepak bola mencoba memberikan ramalannya, di mana Mediaset mengklaim bahwa tim yang kalah di Stadion San Paoli Napoli pada Sabtu, dapat mengucapkan selamat tinggal kepada gelar liga.

Namun Sarri menambahi, "Saya benar-benar tidak berpikir demikian." Di atas kertas, Roma semestinya mendulang tiga angka yang mudah di Stadio Olimpico namun Carpi mampu menahan imbang Palermo di Sisilia, dan nyaris menahan Inter pada bulan lalu sebelum Stevan Jovetic menyarangkan penalti larut untuk membawa 'Tim Biru-Hitam' menang 2-1.

Sementara itu Inter, yang memenangi lima pertandingan pembukaan untuk pertama kalinya dalam rentang waktu 50 tahun -- meski kegembiraan itu berakhir dengan 'Tim Biru-Hitam' finis sebagai runner up, dari Juventus, pada akhir musim 1966/1967.

Pasukan Mancini akan menghadapi ujian terberat sejauh ini ketika mereka menjamu Fiorentina, yang menghuni peringkat kedua dengan tertinggal tiga angka, di San Siro pada Minggu.

Di tempat lain, AC Milan melawat ke Genoa untuk mencari kemenangan ketiganya secara beruntun dan Lazio mengunjungi Verona sambil bertekad mengambil keuntungan dari absennya penyerang Luca Toni karena cedera.

Jadwal pertandingan Liga Italia (waktu dalam GMT) Sabtu Roma vs Carpi (16.00), Napoli vs Juventus (18.45) Minggu Genoa vs AC Milan (10.30), Torino vs Palermo, Verona vs Lazio, Sassuolo vs Chievo, Bologna vs Udinese (semua dimainakn pukul 13.00), Inter vs Fiorentina (18.45) Senin Frosinone vs Empoli (17.00), Atalanta vs Sampdoria. (AY) 

.

Categories:Sepak bola,
Tags:,