Bupati KBB "Pelesir" ke Belanda

Bupati KBB

Bandung - Sejumlah pejabat birokrasi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipimpin Bupati Bandung Barat Abubakar melakukan kunjungan kerja ke Belanda untuk belajar pengelolaan air di negara itu.

"Itu undangan dari Belanda untuk membahas mengenai pengelolaan air," kata Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra kepada wartawan, Jumat (25/9/2015).

Ia menuturkan, kunjungan itu undangan dari Waterleiding Maatschappij Drenthe (WMD) sebuah perusahaan daerah yang bergerak dalam pengelolan air.

Biaya menuju Belanda itu, kata dia, tidak dibiayai langsung oleh APBD Kabupaten Bandung Barat melainkan oleh pihak yang mengundang.

"Kepergian ke Belanda ini dibiayai oleh pihak Belanda sebagai orang yang mengundang, bukan dari APBD," katanya.

Ia mengungkapkan, Belanda pernah memberikan bantuan air untuk Pemerintah Bandung Barat yang diberikan kepada Desa Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy.

Ia mendukung agenda studi banding undangan dari Belanda itu untuk kepentingan dan memberikan manfaat untuk masyarakat KBB.

"Mendukung studi banding dan kunjungan kerja lainnya terus dilakukan, dengan catatan untuk membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.

Kunjungan ke Belanda itu diagendakan selama sembilan hari, lima hari efektif kerja dan sisanya untuk waktu perjalanan berangkat dan pulang.

"Dijadwalkan segitu (sembilan hari) tapi, efektif kerjanya sekitar lima hari, sisanya untuk perjalanan berangkat dan pulang nanti," katanya.

Sementara itu, pejabat birokrasi yang berangkat ke Belanda diantaranya pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Peternakan dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,