Keluarga Tragedi Mina Asal Kota Banjar Hanya Bisa Pasrah

Keluarga Tragedi Mina Asal Kota Banjar Hanya Bisa Pasrah

Ati Rohyani, korban luka-luka atas tragedi Mina, Arab Saudi. Empat orang adiknya (dua pasang suami-istri) meninggal dunia atas tragedi Mina tersebut. (Foto: Instagram Fadli Zon)

Banjar - Pihak keluarga pasangan H. Dede Herlan dan Hj. Ee Dede Herlan, mengaku pasrah ketika anggota keluarganya yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci menjadi korban dari insiden di Mina, Arab Saudi.

"Kami hanya bisa pasrah, menyerahkan semua ini kepada Allah SWT," kata H. Dede Harlan (70), orangtua dari empat jemaah haji Indonesia asal Kota Banjar, Jawa Barat, yang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi Mina, Arab Saudi.

Dede Herlan, adalah orangtua dan mertua dari keempat korban yang meninggal dunia di tanah suci dalam tragedi Mina tersebut. Di antaranya pasangan suami istri Atang Gumawang dan Ima Rismawati serta pasangan Dikdik M Tasdik dan Ira Kusmira.

Dia juga merupakan orangtua dari anak tertuanya yang juga menjadi korban, yakni Ati Rohyani yang mengalami luka-luka akibat insiden Mina itu serta suami istri Irfan Firdaus dan Siska. Ati sendiri dikabarkan mengalami luka-luka cukup serius di sekujur tubuh, hingga tidak bisa berjalan pasca kejadian tersebut.

Keluarga yang merupakan warga Kampung Cikabuyutan Barat, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat itu mengaku mendapatkan informasi tentang nasib anak dan menantunya meninggal dunia dalam insiden Mina, setelah ditelepon langsung oleh anak tertuanya Ati Rohyani. "Informasinya dari anak saya yang sekarang masih berada di Mekah," katanya.

Sementara itu, seluruh korban insiden Mina asal Kota Banjar, Jawa Barat tersebut merupakan jemaah haji yang ikut rombongan pemberangkatan melalui KBIH Persatuan Islam Kabupaten Bandung pada kelompok terbang (Kloter) 61.
 
Kedinginan 8 jam
Sementara itu, menurut penuturan putri tertuanya, Ati Rohyati, dirinya selamat dari tragedi tersebut, meski  lebih dari delapan jam duduk kedinginan di saat badannya mengalami luka-luka. Pakaiannya basah kuyup terkena siraman air dalam perjalanan menuju pelaksanaan ritual lempar jumrah, yang menewaskan ratusan jemaah haji di Mina. 
 
Dalam kejadian itu, sedikitnya 717 jamaah haji meninggal dunia dan lebih 800 korban mengalami luka-luka. Kepanasan dan terinjak-injak disebutkan penyebab utama tragedi maut tersebut. Ati pun terinjak-injak dan nyaris meninggal dunia dalam tragedi itu.
 
Disebutkan, pada saat itu kaki dan tangan Ati Rohyani luka-luka hingga tidak bisa jalan. Ia pun menceritakan keenam adiknya belum jelas nasibnya. "Kami sudah menelepon nomor hp adik-adiknya tapi tak nisa tersambung," kata Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI yang melaporkan langsung kondisi Ati kepada pihak keluarga di Kota Banjar.
 
Fadli Zon juga berkomunikasi dengan suami Ati Rohyani di Banjar, untuk mengabarkan mengenai kondisi istrinya beserta adik dan adik ipar yang sama-sama pergi ke tanah suci lewat KBIH Kabupaten Bandung tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,