Puluhan Ribu Buruh Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Puluhan Ribu Buruh Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Jakarta - Sekitar 40 ribu buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (SP RTMM) menandatangani petisi penolakan kenaikan target cukai rokok 2016 yang terlalu tinggi, yaitu sebesar Rp 140 triliun. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal itu disampaikan Ketua SP RTMM Kabupaten Pasuruan H. M Romli saat RDPU dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jakarta. Petisi diserahkan oleh Romli kepada Wakil Ketua Komisi XI Jon Erizal, dimaksudkan agar tidak terjadi PHK massal akibat kenaikan cukai hasil tembakau.

"Kalau cukai terus naik, penjualan rokok makin susah, maka produksi akan berkurang dan pabrik otomatis mengurangi pekerjanya. Sekitar 40 ribu orang ini takut. Kalau kondisinya terus begini mereka akan kehilangan pekerjaan," dikutip dalam siaran persnya.

Pengiriman petisi dari 40 ribu buruh pabrik rokok tersebut merupakan salah satu bentuk kekhawatiran mereka atas PHK massal. Buruh tak hanya dari Kabupaten Pasuruan, tapi juga dari beberapa wilayah di Jawa Timur. "Di Pasuruan ini ada sembilan pabrik rokok dan itu ada sekitar 15 ribu orang kehilangan pekerjaan," katanya.

Romli mengatakan, untuk saat ini mereka sudah tidak bekerja full. "Dulu biasanya mereka bekerja dari pukul enam sampai pukul dua, saat ini mereka hanya bekerja sampai pukul 10. Dengan sedikitnya jam kerja maka sedikit pula hasil mereka dan ini berpengaruh pada penghasilan mereka," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Haryadi Sukamdani menilai, rencana kenaikan tarif cukai rokok karena pemerintah harus memenuhi target penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) yang menurutnya terlalu tinggi.(Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,