MUI Desak Israel Tak Larang Umat Islam ke Masjid Al Aqsa

MUI Desak Israel Tak Larang Umat Islam ke Masjid Al Aqsa

Jakarta - Kebijakan pemerintah Israel yang melarang umat Islam untuk memasuki Masjid Al Aqsa, menuai berbagai protes dari berbagai kalangan, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam hal ini, MUI merasa sangat prihatin terhadap keadaan yang terjadi di Palestina yang semakin buruk saat ini, bahkan korban yang berjatuhan semakin banyak.

Tindakan dari Israel ini sudah sangat melampaui batas, karena itu MUI menyatakan sikap dengan meminta agar kaum Yahudi menghentikan secara demonstratif ke Masjidil Aqsa di Jerussalam untuk melakukan ibadah, sehingga bisa terjadi penggunaan Masjid Al Aqsa ini di gunakan oleh dua agama yaitu Islam dan Yahudi.

"Kondisi tersebut sangat berpotensi terjadinya konflik antara umat Islam dengan Yahudi di Masjid Al Aqsa," tegas Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin di kantor MUI Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta.

Majelis ulama, lanjut dia, juga mendesak Israel untuk segera menghentikan segala tindakan kekerasan dan represif militeristik terhadap bangsa Palestina yang telah menyebabkan jatuhnya demikian banyak korban jiwa dan luka-luka.

Ma’ruf juga mendesak Israel untuk segera mencabut pembatasan dan larangan bagi umat Islam untuk memasuki komplek Masjid Al Aqsa karena ketentuan tersebut bertentangan dengan HAM, kebebasan bearagama dan kebebasan menjalankan ibadah dan ajaran agama yang dijamin oleh hukum internasional dan Deklarasi HAM PBB.

MUI juga mendorong dan mendesak PBB terutama melalui Dewan Keamanan untuk segera menggelar sidang sesegera mungkin mengatasi konflik di tanah Palestina dalam mewujudkan perdamaian dengan prinsip “Dua negara yang berdampingan secara damai,” kata Ma’ruf.

Kepada pemerintah Indonesia, Ma’ruf mendorong dan meminta untuk mengambil inisiatif lebih banyak dan menggalang dukungan negara-negara di dunia dan organisasi internasional, termasuk PBB dan OKI, mencari solusi permanen dan komprehensif atas konflik Palestina-Israel.

Presiden Joko Widodo yang mendukung kemerdekaan Palestina hendaknya diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dan tegas serta terukur sebagai bukti keseriusan presiden dan pemerintah Indonesia dalam melaksanakan amanat Pembukaan UUD 1945, yakni untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ujarnya.

Kepada umat Islam Indonesia dan dunia, MUI menghimbau untuk terus menerus memberikan dukungan dan mendoakan agar bangsa Palestina diberi kekuatan lahir dan batin dalam memperjuangkan terwujudnya hak-hak dasarnya untuk merdeka dan berdaulat di Tanah Palestina, pungkas Ma’ruf Amin. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,