Manipulasi Data Pemilih Pilkada Serentak Masih Terjadi

Manipulasi Data Pemilih Pilkada Serentak Masih Terjadi

Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan,  manipulasi data pemilih dalam Pilkada Serentak 2015 masih terjadi. Tujuannya  untuk mendukung pasangan calon tertentu dalam pilkada. 

“Kami  melihat ada sejumlah daerah mengalami kenaikan atau penurunan daftar pemilih tetap (DPT)  secara signifikan. Itu bisa karena kesalahan penyelenggara pemilu  atau memang disengaja,” kata pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Nelson Simanjuntak di kantornya, Jumat (23/10/2015).

Ia menegaskan, akurasi DPT bisa memastikan terakomodasinya hak pilih rakyat dan mempengaruhi tingkat partisipasi publik. “Bawaslu akan melakukan pengawasan yang ketat sehingga setiap pemilih hanya memberikan suaranya satu kali di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ungkapnya.

Sebelumnya, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat  (JPPR)  merilis data pemilih yang tidak akurat. Sejumlah daerah yang DPT-nya mengalami kenaikan yang signifikan, seperti, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sementara itu, ada sejumlah daerah yang DPT-nya mengalami penurunan secara signifikan, seperti Kabupaten Nias Selatan, Kota Binjai, dan Kota Surakarta. (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:,