Soal Kasus Pasar Turi, Risma Keukeuh Tak Salahi Aturan

Soal Kasus Pasar Turi, Risma Keukeuh Tak Salahi Aturan

Surabaya - Tri Rismaharini belum bisa menerima penetapannya sebagai tersangka kasus penyalahgunaan wewenang renovasi Pasar Turi. Risma berkeyakinan apa yang dilakukannya adalah benar. Demikian disampaikan Risma dalam acara Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Gedung Wanita, Kalibokor, Surabaya, Jumat (23/10/2015) malam.
 
Menurutnya, tidak ada hubungan antara Pemkot Surabaya dengan pedagang yang kemudian menyeret namanya menjadi tersangka. "Maksudnya, kontrak itu antara pedagang dengan development sebagai investor," katanya.
 
Sejauh ini, Risma merasa dirinya wajib untuk ikut campur dalam masalah pedagang. Sebab, banyak pedagang kecil yang ingin masuk ke Pasar Turi yang baru, namun tidak memiliki cukup dana. "Mereka ini warga Surabaya, kalau tidak boleh masuk karena tidak punya uang, saya wajib melindungi mereka," tegas Risma.
 
Meski banyak pedagang baru, tapi banyak juga pedang lama yang tetap ingin kembali berdagang di Pasar Turi. "Kalau sampai mereka dilarang, terus saya mau cari ke mana mereka? Bahkan, dalam klausul kontrak yang kedua itu juga diwajibkan membangun TPS," katanya. 
 
Oleh karena itu, Risma merasa heran mengapa kasus ini tiba-tiba menimpa dirinya. "Kok bisa saya jadi tersangka? Apalagi gelar perkara dari SPDP itu sudah sejak bulan Mei 2015 lalu," katanya.
Calon Walikota Surabaya itu menegaskan, tidak akan menyerah dalam menghadapi kasus menyeret dirinya sebagai tersangka. "Saya akan serahkan semuanya kepada kuasa hukum saya Pak Setyo Busono," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,