Buruh Tuntut UMK Rp 3,6 Juta, Kota Cimahi Lumpuh

Buruh Tuntut UMK Rp 3,6 Juta, Kota Cimahi Lumpuh

Ribuan buruh di Cimahi berunjuk rasa tuntut kenaikan UMK dan tolak PP Pengupahan. (foto - istimewa)

Cimahi -  Menolak Peraturan Pemerintah (PP), tentang Pengupahan yang dinilai merugikan hak-hak buruh, ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan unjuk rasa di Kawasan Industri Cibaligo, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (28/10/2015). 

Unjuk rasa buruh dari sejumlah pabrik di Kawasan Industri Kota Cimahi tumplek ke jalan, hingga menyebabkan arus lalu lintas di Kota Cimahi macet total. Bahkan, boleh dikatakan arus lalu lintas di sekitar tempat berlangsungnya unjuk rasa buruh lumpuh. 

Ribuan buruh menuntut upah minimun kota (UMK) yang semula Rp 2 juta per bulan dinaikkan menjadi Rp 3,6 juta pada 2016. Sedangkan PP tentang Pengupahan yang diusulkan Kementerian Ketenagakerjaan dengan menaikkan upah lima tahun sekali, dinilai sangat merugikan buruh.

"Kami aliansi serikat buruh Indonesia akan melakukan unjuk rasa besar-besaran ke kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Kota Bandung. Tuntutan kami ingin UMK tahun 2016 naik menjadi Rp 3,6 juta, dan menolak PP Pengupahan yang merugikan buruh," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Bren Minardi.

Menurut rencana, unjuk rasa penolakan PP tentang Pengupahan tersebut akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Buruh mengancam akan melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,