Bandros Telan Korban, Mahasiswa Jatuh Tersangkut Kabel

Bandros Telan Korban, Mahasiswa Jatuh Tersangkut Kabel

Bus Bandros menelan korban seorang mahasiswa terjatuh setelah tersangkut kabel di Jalan Wastukancana Bandung, Rabu (28/10/2015).

Bandung Seorang mahasiswa bernama Andy Setiawan (19) terjatuh dari lantai dua Bus Bandros (Bandung Tour On Bus), setelah dirinya tersangkut di tiang listik. Bus Bandros itu tengah melaju di Jalan Wastukancana, tepatnya di depan Masjid Ukhuwah Kota Bandung yang melaju dari arah selatan menuju ke utara.
 
Berdasarkan informasi, Andy naik Bus Bandros dengan nomor polisi D 8812 EDO, dan saat melaju di Jalan Wastukancana, bus sempat terhenti di ‎lampu merah, dan tiba-tiba bus pun melaju kembali.  Andy yang berada di lantai dua tiba-tiba tersangkut kabel listrik dan terjatuh. Bus Bandros memang dirancang dengan konsep atap terbuka dengan ketinggian sekirtar enam meter.
 
Sementara itu, Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Santiadjie Kartasasmita membenarkan eantang adanya kejadian itu. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi, pada Rabu (28/10/2015) siang sekitar pukul 13.00 WIB. "Akibat dari kejadian tersebut korban Andy mengalami luka-luka di bagian kepala dan punggung," katanya.
 
Saat ini, lanjut Adjie, korban telah dievakuasi dan menjalani perawatan di ICU Rumah Sakit Borromeus, Jalan Ir. H Djuanda (Dago), Kota Bandung. Sementara Bus Bandros dengan plat nomor D 8812 EDO warna kuning tersebut diamankan polisi. Bus itu kini terparkir di halaman depan Markas Polrestabes Bandung.
 
Menanggapi kejadian itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil buka suara. Menurutnya, jika jatuhnya korban itu karena kesalahan penumpang. "Selama beberapa tahun Bandros beroperasi, baru kali ini ada korban jatuh. Berarti itu siapa yang salah?," katanya.
 
Emil, sapaan akrabnya mengatakan, kecelakaan yang terjadi adalah human error karena sebenarnya, pihaknya sudah menempatkan guide di setiap Bandros untuk mengingatkan penumpang.  "Setiap guide mengingatkan jika ada hal-hal berbahaya, yang mungkin membahayakan penumpangnya," tegasnya.
 
Dengan demikian, jika ada korban besar kemungkinan hal tersebut karena penumpang itu sendiri yang tidak mengindahkan instruksi guide. "Mungkin pada saat itu dia lagi malaweung (melamun)," tambah Emil.
 
Adapun salah satu bukti kesalahan penumpang, lanjut Emil dalam perjalanan pawai Kemenangan Persib Minggu (25/10/2015) lalu, menempuh perjalanan 21 km  menggunakan empat unit Bandros, tidak ada kecelakaan apapun selama di perjalanan. "Itu menunjukkan, sebenarnya menggunakan Bandros aman-aman saja, jika taat peraturan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,