Sineklub IFI Bandung Giatkan Diskusi dan Penayangan Film

Sineklub IFI Bandung Giatkan Diskusi dan Penayangan Film

Salah satu kegiatan diskusi dan penayangan film Sineklub IFI Bandung di IFI Bandung Jl. Purnawarman No. 32 Bandung. (foto - istimewa)

Bandung - Sineklub Institut Francais Indonesia (IFI) Bandung bekerja sama dengan Bahasinema, salah satu eksibitor film asal Bandung, kembali menggeliatkan sineklub Perancis setiap hari Kamis, di Auditorium IFI Bandung Jalan Purnawarman No. 32 Kota Bandung.  
 
Lewat konsep dan tema yang berbeda tiap bulannya, Sineklub IFI Bandung akan menayangkan film-film Perancis yang disisipi  film alternatif Indonesia. Penayangan film disertai diskusi dengan mengajak publik umum untuk menikmati film-film Perancis dan film Indonesia berkualitas, sambil membudayakan diskusi dan apresiasi untuk film itu sendiri.   
 
Berdasarkan rilis Sineklub IFI Bandung yang diterima Redaksi CikalNews.com menyebutkan, Buttonijo Films merupakan kolektif produksi dan inisiatif distribusi film-film alternatif Indonesia, yang berfokus pada karya sinema sebagai ekspresi artistik dan budaya. Baik dalam wujud fiksi dan dokumenter, sekaligus mengadakanscreening salah satu filmnya untuk didiskusikan secara terbuka.  
 
Sineklub IFI ditujukan untuk masyarakat umum dan pencinta film, pembuat dan distributor perfilman Bandung, komunitas film dan Kine Klub serta mahasiswa atau mahasiswi serta klub bahasa Perancis di Bandung. Dalam setiap pekannya, Sineklub IFI akan menayangkan film-film Perancis berkualitas dengan berbagai tema yang berbeda.
 
Merujuk pada isu yang tengah terjadi dalam kehidupan bermasyarakat itulah tema-tema dari film akan disesuaikan. Tidak hanya itu, film-film alternatif Indonesia pun akan ikut diputar setiap bulannya sebanyak dua kali. Apresiasi terhadap film-film alternatif Indonesia yang sering terdengar dari festival lokal dan internasional kini bisa dinikmati oleh publik.  
 
Seperti agenda Jeudi du Film atau "Kamis Film" pada hari Kamis (5/11/2015) lalu, Sineklub IFI Bandung memutarkan dua film yang memiliki konsep mengenai lingkungan dalam sudut pandang dan kisah yang berbeda. Isu perubahan iklim dan lingkungan global menjadi tajuk utama dalam pemutaran kali ini. 
 
Dua film yang diputarkan merupakan representasi penggambaran lingkungan saat ini.  Kedua film itu, yakni La Prophétie Des Grenouilles (Perancis) karya Jacques-Rémy Girerd (2003). Film ini bercerita tentang ramalan para katak tentang bencana banjir besar yang menjadi kenyataan. Sebuah keluarga peternak menyelamatkan spesies tersisa di kebun binatang. Dalam sebuah rumah yang menjadi perahu, mereka berjuang hidup di tengah bencana alam yang tak kunjung henti.  
 
Sementara film kedua, The Mirror Never Lies (Indonesia) karya Kamila Andini (2011), yang bercerita tentang pencarian jati diri seorang siswi bernama Pakis yang ditinggal ayahnya melaut. Dibesarkan dalam suku Bajo yang menjadikan laut sebagai bagian dari hidup mereka, Pakis bermaksud mencari keberadaan ayahnya dengan membawa cermin pemberian ayahnya kemana pun ia pergi. Harapannya hanya satu, ayahnya pulang kembali dari lautan. (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,