Misteri di Balik Tewasnya Lea, Mahasiswi UNJ di Cianjur

Misteri di Balik Tewasnya Lea, Mahasiswi UNJ di Cianjur

Misteri meninggalnya Delea Nur Avita (Lea) mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Jakarta - Meninggalnya Delea Nur Avita (Lea), mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) karena kecelakaan sepeda motor di Cianjur, dipandang janggal yang hingga kini masih menjadi sebuah misteri.
 
Ayah korban, Dadan Gandara, dirinya cukup terkejut dengan ditemukannya Lea tewas kecelakaan sepeda motor.  Menurutnya, Lea tidak bisa mengendarai motor atau belum mahir membawa sepeda motor. "Delea itu belum bisa bawa motor sampai sejauh itu. Hal itu yang mencurigakan," kata Dadan di Jakarta, Selasa (10/11/2015).
 
Menurut Dadan, berdasarkan keterangan istrinya yang mendapat informasi dari petugas kolam renang, korban pergi dengan pemuda tak dikenal menggunakan sepeda motor miliknya. "Dia dibonceng sama laki-laki tak dikenal, diboncengnya pakai sepeda motor milik Lea sendiri dan ternyata dia ditemukan di Cianjur sudah meninggal dunia. Itu yang saya tidak habis pikir," katanya.
 
Seperti diberitakan, Lea hilang seusai mengajar renang di kolam renang Arcici kawasan Cempaka Putih, pada Sabtu 7 November 2015 lalu. Petugas kolam renang mengatakan, Lea pergi dibawa oleh lelaki tak dikenal berusia 30 tahunan.
 
Saat itu, ada yang melihat jika Delea memang pergi dengan pria misterius dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Namun, ternyata dalam kecelakaan sepeda motor, Delea ditemukan tewas seorang diri. Lebih heran lagi, perempuan itu tewas di daerah Cianjur, sebuah lokasi yang tidak pernah diduga bahwa anaknya bisa mengendarai motor hingga sejauh itu.
 
"Itu yang saya bikin heran. Dia belum mahir bawa motor, dan itu motor baru saya belikan. Saya juga tidak mengizinkan dia bawa motor jauh-jauh, cuma buat ngeles renang saja,” tegas Dadan.
 
Sejauh ini, Dadan pun belum mengetahui pasti soal kronologi kecelakaan sepeda motor yang melibatkan putrinya. Sebab, dirinya belum sempat mengecek kronologis meninggalnya Delea yang dibuat pihak RSUD Cianjur. "Saya enggak tahu persis, karena belum membaca kronologi dari pihak UGD. Saya juga belum ngecek motornya di rumah sakit," akunya.
 
Dadan pun baru mendapat kabar keberadaan Delea pada Selasa, dinihari tadi. Namun, berdasarkan informasi, Delea sudah tewas pada Minggu 8 November dinihari. Jenazahnya kemudian dilarikan ke RSUD Cianjur untuk diotopsi.
 
"Pada hari Minggu pukul 04.30 WIB diantar ke RSUD itu sudah jadi mayat. Kemungkinan meninggal di tempat. Saat dibawa ke RSUD itu darahnya sudah mengering, ke luar dari hidung, telinga, dan belakang kepala," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,