Korsel dan Jepang Sepakat Akhiri Sengketa Budak Seks

Korsel dan Jepang Sepakat Akhiri Sengketa Budak Seks

Kesepakatan mengakhiri sengketa budak seks antara pemerintah Jepang dan Korea Selatan. (foto - ist)

Seoul - Sebuah kesepakatan menyangkut isu budak seks zaman Perang Dunia II terwujud di antara pihak otoritas Korea Selatan dan Jepang. Jepang akan menyalurkan dana khusus untuk membantu para wanita, yang dipaksa menjadi budak seks pada era perang.

Dilansir Reuters, Menteri Luar Negeri kedua negara menggelar pertemuan di Seoul, pekan ini. Mereka menyepakati isu budak seks akan diselesaikan secara final dan tidak akan dapat diubah atau dibalikkan, begitu semua persyaratan terpenuhi. "Ini merupakan pencetakan sejarah dan epos, bahwa sebuah kesepakatan telah tercapai," kata Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida, dalam konferensi pers.

Menurut Kishida, Jepang menyadari tanggung jawabnya dalam isu ini. "Perdana Menteri (Shinzo) Abe kembali menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan penyesalan bagi seluruh wanita yang harus mengalami pengalaman menyakitkan, baik fisik maupun psikologi sebagai 'wanita penghibur'," katanya.

"Saya meyakini ini akan memicu kemajuan dalam kerja sama keamanan antara Jepang dan Korea Selatan, juga antara Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan," tegas Kishida.
 
Sementara itu, ketegangan antara Jepang dan Korsel selama ini mencegah keduanya menandatangani kesepakatan saling berbagi informasi militer sensitif. Sejak setahun lalu, mereka menandatangani pakta tiga pihak, di mana Korsel menyalurkan informasi ke AS yang bertugas menyalurkan ke Jepang dan berlaku sebaliknya.

Untuk penyelesaian isu budak seks, otoritas Jepang akan menyalurkan dana 1 miliar yen, atau setara Rp 113 miliar yang diambil dari anggaran pemerintah. Dana itu disalurkan ke sebuah yayasan yang akan membantu bekas budak seks di Korsel. Jepang juga sepakat bekerja bersama Korsel dalam menjalankan program untuk mengembalikan kehormatan dan martabat para wanita bekas budak seks.

Menanggapi hak itu Menteri Luar Negeri Korsel, Yun Byung Se menyatakan, pihaknya mengapresiasi upaya Jepang. "Dengan asumsi, langkah yang dijanjikan Jepang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pemerintah Korea memastikan, persoalan budak seks telah diselesaikan secara final dan tak bisa diubah," tambahnya.(Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,