Polda Metro Periksa 5 Saksi Terkait Meninggalnya Mirna

Polda Metro Periksa 5 Saksi Terkait Meninggalnya Mirna

Lima orang saksi telah diperiksa terkait meninggalnya Mirna di Cafe Olivier Grand Indonesia, Jakarta Pusat. (foto - ist)

Jakarta - Pihak kepolisian sudah memeriksa lima orang saksi terkait meninggalnya Wayan Mirna L Salihin (27), setelah minum kopi kas Vietnam di Cafe Olivier Grand Indonesia, Jakarta Pusat. "Saksi Masih lima dari karyawan cafe. Sedangkan teman dan keluarganya belum diperiksa," kata Kapolsek Tanah Abang AKP Jefri Siagian, Sabtu (9/1/2016).
 
Wanita itu meninggal setelah minum kopi bersama dua temannya, yakni Siska dan Hani. Diketahui, kopi yang diminum Mirna pun dipesan terlebih dahulu oleh temannya. Saat itu, Mirna dan Hani belum datang datang ke restoran itu.
 
Mengenai  kapan Hani dan Siska diperiksa, Jefri mengatakan pihaknya masih menunggu pemakaman Mirna selesai. "Nanti setelah pemakaman, kabarnya pemakaman hari Minggu, jadi kami akan minta keterangannya setelah pemakaman. Keluarga juga mintanya sesudah pemakaman karena mereka masih berduka. Kami ikut bagaimana permintaan mereka saja," katanya.
 
Saat ini jenazah Mirna masih berada di rumah duka. Rencananya, hari Minggu besok jasad wanita berusia 27 tahun tersebut akan disemayamkan di TPU Gunung Gadung, Bogor, Jawa Barat.
 
Tak punya penyakit berbahaya
Sementara itu, dr. Joshua yang memberikan penanganan medis pertama terhadap Wayan Mirna L Salimin di Klinik Damayanti Grand Indonesia (GI) mengatakan, Mirna tidak memiliki latar belakang penyakit yang berbahaya.
 
"Usia pasien juga masih muda, tidak seperti orang ayan, stroke, atau jantungan. Hanya pingsan biasa saja, tidak ada tanda-tanda yang mengerikan kalau dia akan meninggal begitu cepat," katanya di Klinik Damayanti.
 
Saat memeriksa kondisi korban, Joshua menyatakan tidak ada kelainan secara fisik, bahkan kondisi Mirna normal seperti orang pada umumnya. "Denyut nadi‎ 80 kali per menit dan itu normal, pernapasannya pun 16 kali per menit normal," tambahnya.
 
Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan pandangan wanita cantik itu memang terlihat kosong, namun masih bisa berinteraksi. "Sadar sih enggak, pingsan kayak biasanya, kondisi fisik juga masih ada, badan masih hangat, pandangan mata kosong, dan pasien masih bisa berinteraksi," tegasnya.
 
Seperti diketahui, Mirna tiba-tiba tewas setelah meminum kopi yang dipesan temannya sendiri, Siska, di Restoran Olivier. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Mirna terjatuh dari meja nomor 54 kemudian tubuh korban kejang-kejang. Kedua temannya Siska dan Hani panik, lalu korban dibawa ke rumah sakit hingga nyawanya tak tertolong. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,