Emil Klaim Pembangunan Kota Bandung Capai 93 Persen

Emil Klaim Pembangunan Kota Bandung Capai 93 Persen

Walikota Bandung Ridwan Kamil pada acara peluncuran PIPPK, di Auditorium Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (11/2/2016). (foto - ist)

Bandung -  Pemerintah Kota Bandung mengklaim telah berhasil mengembangkan pembangunan kota yang tidak terfokus hanya di tengah atau wilayah perkotaan, tapi telah menangani pembangunan infrastruktur secara menyeluruh. Hal itu tercermin dari naiknya tingkat keberhasilan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Keluarga (PIPPK), yang mencapai 93,39 persen.

"Dengan menyerap anggaran sebesar Rp 221 miliar dari Rp 238 miliar anggaran yang dialokasikan, Pemkot Bandung mengklaim, konsep pembangunan di Kota Bandung telah dilakukan secara merata," kata Walikota Bandung Ridwan Kamil seusai acara peluncuran PIPPK, di Auditorium Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (11/2/2016).

Menurut Emil, konsep PIPPK itu sendiri memberdayakan masyarakat, sehingga sebagian besar anggaran yang dibelanjakan harus disesuaikan dengan aspirasi masyarakat. Setiap RW diberikan dana masing-masing sebesar Rp 100 juta untuk membangun wilayah masing-masing.

Siapkan ratusan arsitek

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PIPPK, Kelurahan Cibiru menjadi wilayah terbaik untuk pemahaman dan pelaksanaan konsep PIPPK. Sementara Kelurahan Babakan Ciamis dan Sumur Bandung merupakan kelurahan yang dinilai belum maksimal dalam melaksanakan PIPPK.

"Tahun ini target keberhasilannya harus lebih dari 93 persen. Sehingga wilayah yang kinerjanya belum optimal akan terus kita pantau untuk ke depan mampu memperbaikinya," tegas Emil.

Sementara itu, Emil mengakui dalam membangun infrastruktur di kelurahan membutuhkan peran dan masukan dari arsitek. Untuk itu, Pemkot Bandung menyiapkan ratusan arsitek untuk membangun infrastruktur, yang akan disebar ke seluruh kelurahan di Kota Bandung.

"Sebagai Walikota yang arsitek, banyak memberikan masukan untuk skala kota. Saya melihat kelurahan butuh pern arsitek sebagai konsultan," katanya. Dengan adanya arsitek setiap kelurahan akan memiliki penasihat yang mengerti infrastruktur dan desain yang baik. Penyiapan arsitek itu sendiri berdasarkan julukan Kota Bandung sebagai Kota Desain. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,