Warga Padang Panik Tersiar Kabar Mentawai Tsunami

Warga Padang Panik Tersiar Kabar Mentawai Tsunami

Suasana kepanikan warga Padang di jalanan mencari tempat yang lebih tinggi setelah tersiar kabar Mentawai telah dilanda tsunami. (foto - AFP)

Padang Mengantisipasi risiko tsunami akibat gempa sebesar 7,8 pada skala richter --sebelumnya BMKG menyebutkan 8,3 SR-- yang terjadi di Kepulauan Mentawai membuat warga Kota Padang, Sumatera Barat panik, Rabu (2/3/2016) malam.

Mereka berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Kepanikan warga semakin bertambah, terutama setelah mendengar kabar Kepulauan Mentawai telah dilanda tsunami.  

Berdasarkan informasi dari warga Kota Padang, Sumatera Barat, banyak warga berlarian keluar rumah pasca tersebarnya informasi gempa di Kepulauan Mentawai. "Warga ada yang keluar lari tapi ada yang bertahan di rumah. Lari ke arah kantor gubernur dan polda dengan berjalan kaki karena memang lokasinya dekat," katanya.
 
Seluruh warga pun masih waspada dengan kondisi saat ini, dan Walikota setempat pun sudah beri imbauan untuk pergi ke daerah yang lebih tinggi. "Kami mendengar informasi walikota lewat radio dan sirine berbunyi satu kali, tanda bahaya. Satu jam lagi walikota akan update keadaan," katanya.
 
Daerah sekitar Ujung Gurun misalnya, kondisinya sudah macet parah dengan kendaraan yang mengarah ke bypass Indarung atau tempat lain yang lebih tinggi. "Ada juga yang masih bertahan di rumah, karena rumahnya bertingkat," katanya.
 

BMKG cabut peringatan tsunami dicabut

Kepanikan warga berangsur sirna setelah Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Basaruddin mengaku telah menerima laporan dari Markas Kepolisian Resor Mentawai, bahwa situasi di daerah tersebut berangsur sudah tenang. 

Menurut Basaruddin, awalnya memang sempat terjadi kepanikan. Namun semua bisa langsung diantisipasi, kemudian warga diarahkan oleh para petugas setempat menuju ke daerah yang lebih tinggi. Mengingat peringatan potensi tsunami saat  itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat. 
  
"Gangguan tidak ada, sekitar 30 menit kami bisa komunikasi dengan Polres Mentawai, masyarakat dengan anggota Polri dan TNI mereka mencari tempat yang lebih tinggi," kata Basaruddin.
 
Disebutikan, saat ini kondisi di daerah tersebut sudah mulai tenang. Namum warga masih tetap waspada tentang risiko terjadinya tsunami, meski peringatan dari BMKG sudah dicabut. "Sekarang masyarakat sudah kembali ke kediaman masing-masing, sementara aman," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,