Buruh Tentang Keras Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Buruh Tentang Keras Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Buruh Tentang Keras Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Jakarta - Rencana pemerintah menaikkan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan, ditentang keras anggota Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Kenaikan iuran tersebut rencananya akan mulai diberlakukan 1 April 2016.

"Buruh menolak keras kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang dibayar buruh menjadi 2 persen, sedangkan pengusaha menjadi 3 persen," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Minggu (13/3/2016). Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak tepat mengingat saat ini tengah terjadi penurunan daya beli buruh. Sehingga dengan naiknya iuran, bisa membuat daya beli buruh semakin lemah.

"Karena di tengah menurunnya daya beli buruh dan kembalinya rezim upah murah melalui PP Nomor 78 tahun 2015, maka kenaikan iuran tersebut sangat memberatkan kalangan buruh," katanya.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan memastikan besaran iuran perserta mandiri mengalami kenaikan per 1 April mendatang. Keputusan itu menyusul terbitnya Peraturan Presiden RI Nomor 19 tahun 2016, mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan nasional.

Perpres itu  telah ditandatangani oleh Jokowi pada 29 Februari. Namun, BPJS Kesehatan baru melakukan publikasi terhadap keputusan itu. Dengan terbitnya Perpres, besaran iuran peserta Mandiri BPJS Kesehatan untuk seluruh kelas mengalami kenaikan. (Jr.)**

Daftar kenaikan iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri:

- Kelas I naik dari Rp 20.500 menjadi Rp 80.000

- Kelas II naik dari Rp 8.500 menjadi Rp 51.000

- Kelas III naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 30.000.

.

Categories:Daerah,
Tags:,