Teater Monolog Tan Malaka Pentas lewat Penjagaan Ketat

Teater Monolog Tan Malaka Pentas lewat Penjagaan Ketat

Pementasan teater monolog Tan Malaka di IFI Bandung Jalan Purnawarman Kota Bandung. (foto - pikiran-rakyat.com)

Bandung - Ditandai oleh penjagaan aparat kepolisian yang ketat, teater Monolog Tan Malaka "Saya Rusa Berbulu Merah" akhirnya dipentaskan juga di Gedung Institut Francais Indonesie (IFI) Bandung, Jalan Purnawarman No. 32, Kamis (24/3/2016).

Sedikitnya 200 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan pementasan di lokasi, selain tampak juga aparat TNI. "Setiap ada potensi konflik, di situ polisi harus hadir," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Polisi Angesta Romano Yoyol kepada wartawan di lokasi acara.

Menurutnya, pihaknya menjamin keamanan berlangsungnya pementasan teater yang menceritakan sosok Tan Malaka tersebut. Sebelumnya, pementasan teater produksi Mainteater itu sempat ditentang oleh kelompok tertentu. Bahkan, sempat terjadi kericuhan hingga mengakibatkan urungnya pementasan yang sedianya digelar Rabu 23 Maret 2016.

Pementasan berdurasi 90 menit itu akhirnya digelar dengan jaminan keamanan dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Sayangnya, Emil batal menonton pertunjukan yang disutradarai oleh Wawan Sofwan itu. Padahal, Kang Emil dikabarkan akan menonton pertunjukan sesi pertama pada pukul 16.00 WIB.

"Beliau ada acara yang lebih penting menyangkut sampah. Kalau tidak diantisipasi akan terjadi Bandung lautan sampah lagi. Jadi perlu diantisipasi," kata Iwan Hernawan dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Kota Bandung.

Selama 1,5 jam pertunjukan berlangsung, situasi pun berjalan kondusif hingga akhir pementasan sesi pertama. Sementara pertunjukan sesi kedua dimulai pukul 20.00 WIB. "Saya sangat bahagia karena kita dijaga 200 polisi. Bahagia karena kemarin batal, kami sempat sedih," aku Wakil Direktur Mainteater, Heliana Sinaga yang juga menjabat sebagai Pimpinan Produksi Monolog Teater Tan Malaka.

Menurut Heliana, pementasan teater yang diperankan oleh Joind Bayuwinanda itu  mendapat respon positif dari publik. Total sebanyak 300 lembar tiket telah habis terjual beberapa hari sebelum pementasan. Panitia hanya menyediakan 30 tiket yang dijual on the spot setiap sesinya.

Menurut rencana, monolog teater Tan Malaka akan dipentaskan di beberapa kota besar, seperti Jakarta. "Setelah belajar dari Bandung, kami akan menerapkan pola manajemen yang berbeda. Kita juga akan pilih sentra budaya yang netral," tegas Heliana.

Sementara itu, Direktur IFI Bandung Melanie Martini mengaku merasa tenang dengan adanya dukungan keamanan dari aparat kepolisian. Ia berharap, acara bisa berjalan dengan aman tanpa ada hal yang  buruk terjadi. "Semoga bisa jalan dan tidak ada kekerasan sama sekali. Saya tidak mau ada kekerasan sama sekali di gedung ini, satu tempat yang semestinya tenang," kata Melanie. (Jr.)**

.

Categories:Hiburan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait