3 Tersangka Kasus Suap Kejati DKI Jadi Tahanan KPK

3 Tersangka Kasus Suap Kejati DKI Jadi Tahanan KPK

Tiga tersangka kasus suap Kejati DKI resmi jadi tahanan KPK. (foto - ist)

Jakarta - Direktur Keuangan Sudi Wantoko (SWA) dan Senior Manager Dandung Pamularno (DPA), keduanya petinggi di PT Brantas Abipeaya dan Marudut (MRD) seorang swasta, resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menginap di rumah tahanan.

Setelah diringkus Kamis kemarin, ketiganya menjalani pemeriksaan intensif sore tadi. Dandung menyelesaikan pemeriksaan KPK paling awal. Dia keluar pukul 15.52 WIB dan tampak mengenakan rompi tahanan oranye. Ia pun bungkam atas penahanannya tersebut, dan mempercepat langkah dari Lobi KPK menuju mobil tahanan.

Lalu, giliran Sudi yang keluar dari Gedung KPK, dengan mengenakan rompi tahanan oranye, ia juga bungkam. Hal yang sama ditunjukkan Marudut yang keluar dari Gedung KPK sekitar 17.30 WIB. "DPA dan MRD di Rutan C1 (KPK), sedangkan SWA di Rutan Polres Jaksel," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Jumat (1/4/2016).

Yuyuk menjelaskan, penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan untuk 20 hari ke depan. KPK meringkus ketiganya kemarin pagi di sebuah hotel di Cawang, Jakarta Timur. Saat diciduk, Sudi dan Dandung baru saja menyerahkan uang ke Marudut. Tim Satuan Tugas KPK mengamankan uang sejumlah 148.835 dolar AS, terdiri atas bagai pecahan dalam transaksi haram itu.

Marudut disebut sebagai perantara suap ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Tujuannya agar Kejaksaan menghentikan penyelidikan kasus korupsi di lingkungan PT Brantas Abipraya.

Namun belum sampai uang itu ke kejaksaan, ketiganya sudah diciduk. Sementara, sang oknum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang diduga akan menerima suap masih belum diketahui. Ketiganya dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,