Airnav Menilai Ada Kejanggalan Kasus Tabrakan Batik Air

Airnav Menilai Ada Kejanggalan Kasus Tabrakan Batik Air

Airnav Menilai Ada Kejanggalan Kasus Tabrakan Batik Air. (foto - ist)

Jakarta - Tiga petugas yang berjaga di Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada saat insiden tabrakan pesawat Batik Air dan TransNusa tergolong senior. Mereka (penjaga ATC) tergolong senior," kata Direktur Operasi Airnav Indonesia, Wisnu Darjono kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (6/4/2016).

Peran ketiga penjaga ATC adalah membuat arus lalu lintas pesawat berjalan efektif. "Kaidahnya adalah membuat arus lalu lintas efektif, efisien, sehingga dimungkinkan masuk runway, satu mau nyeberang," katanya.

Namun demikian, Wisnu menyebut terdapat sesuatu yang perlu diteliti pada saat insiden kecelakaan itu terjadi. Yakni ketika salah satu pesawat dilewatkan di apron selatan sisi G. "Ada taxyway hotel. Apron selatan kan ada dua, H sama G. Kalau H tinggal nyeberang. Kenapa kok lewat G? Itu perlu diteliti. Apakah ini kebiasaan, pengabaian SOP atau sesuai SOP tapi perlu direvisi," tegasnya.

Sebelumnya, Wisnu Darjono mengakui, pihaknya belum bisa menyimpulkan adanya kelalaian anak buahnya dalam menjaga air traffic control (ATC). Sebab, tiga karyawan yang bertugas menjaga ATC saat terjadi kecelakaan antara pesawat Batik Air dan TransNusa masih mengalami syok, sehingga belum bisa dimintai keterangan.

"Ini kan banyak hal yang terlibat. Penerbangan itu sistem. Kita tidak bisa spekulasi. Untuk controller masih belum. Hari ini saya ketemu, dia masih syok," katanya. Kemungkinan ketiga petugas ATC itu akan dimintai keterangan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kamis atau Jumat. 

Disebutkan, tugas dari ketiganya adalah controller, asisten, dan supervisor. "Bertiga mereka bertugas. Perannya controller, asisten, supervisor. Mungkin besok dimintai keterangan," katanya.

Terkait sanksi yang bakal dijatuhkan Airnav terhadap ketiganya, Wisnu memilih untuk bungkam. Ia menyatakan, masih menunggu hasil investigasi KNKT dan bakal memberikan hukuman jika memang sudah terbukti bersalah. "Kalau terbukti, ada sanksi dari Airnav. Namun, kita tidak bisa berandai-andai," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,