Korban Tewas Akibat Gempa di Ekuador Capai 77 Orang

Korban Tewas Akibat Gempa di Ekuador Capai 77 Orang

Sebuah bangunan nyaris rubuh setelah diguncang gempa yang yang melanda Quito, Ekuador, Minggu (17/4/2016). (foto - ist)

Quito - Korban tewas akibat gempa kuat yang mengguncang Ekuador pada Sabtu malam waktu setempat terus bertambah hingga 77 orang. Gempa itu juga melukai ratusan orang, sehingga sejumlah warga pun dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter (SR) itu terjadi di lepas pantai Pasifik Ekuador, serta dirasakan hingga ratusan mil (km) jauhnya di ibukota Quito dan di kota perdagangan Guayaquil. Gempa mengakibatkan sejumlah bangunan rubuh dan retak-retak, sehingga puing-puing bangunanpun berserakan di jalan-jalan.

Bahkan, gempa pun merobohkan jembatan panjang dan menimpa sebuah mobil hingga hancur. Gempa yang melanda Ekuador saat ini dikabarkan menjadi yang terburuk dalam beberapa dekade.

Pihak keamanan memperkirakan, jumlah korban tewas akan terus bertambah terutama setelah dikerahkan tim penyelamat ke daerah terjadinya gempa. "Gempa ini sangat menakutkan. Kami semua takut dan kami masih berada di jalan-jalan, karena khawatir datangnya gempa susulan. Semua bangunan menjadi rusak parah" kata  petugas keamanan Guayaquil, Fernando Garcia.

Seperti dilaporkan ReutersMinggu (17/4/2016) akibat gempa satu desa bahkan benar-benar hancur. "Ini adalah bencana yang sangat mengerikan," kata walikota Pedernales, Gabriel Alcivar. Pemerintah Ekuador memberlakukan keadaan darurat di enam provinsi. Daerah yang paling parah adalah pusat kota, yang menjadi tempat kunjungan para turis di wilayah Pedernales.

Pemerintah menggambarkan kejadian itu sebagai gempa terburuk di negara itu sejak tahun 1979. Saat itu 600 orang tewas dan 20.000 mengalami luka, berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). 

45 orang WNI di Ekuador dalam kondisi aman

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi di Ekuador. Sejauh ini gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter (SR) itu dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 77 orang korban meninggal dan ratusan lainnya terluka.

Keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) menyebutkan, sampai saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa. Para  WNI yang berada di Ekuador berada dalam keadaan baik.

Data Kedutaan Besar RI (KBRI) di Quito menyebutkan, jumlah WNI yang berada di Ekuador saat ini ada sekitar 45 orang, dan sebagian besar tinggal di daerah pegunungan. Dua orang WNI yang berprofesi sebagai pelaut tinggal di daerah Manta, yang berdekatan dengan lokasi gempa.

Disebutkan, KBRI Quito masih terus memantau keadaan WNI dan mengimbau mereka untuk waspada dan menghindari daerah pesisir pantai Ekuador, karena dikhawatirkan gempa akan menimbulkan tsunami. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,