Kantor Donald Trump Diteror Terima Surat Isi Serbuk Putih

Kantor Donald Trump Diteror Terima Surat Isi Serbuk Putih

Gedung Trump Tower yang terletak di 725 Fivth Ave New York Amerika Serikat. (foto - ist)

New York - Hingga hari Kamis malam kemarin kantor Donald Trump bisa dikatakan menjadi salah satu gedung yang paling aman di New York Amerika Serikat. Namun, tiba-tiba sebuah surat tak bernama datang, yang di dalamnya berisi serbuk putih mencurigakan.

Berdasarkan keterangan pihak berwenang, salah seorang pekerja telah membuka amplop dan di dalamnya menemukan serbuk tersebut. Respons darurat segera diberlakukan di gedung Trump Tower yang terletak di 725 Fivth Ave.

Sedikitnya enam orang di dalam ruangan yang menjadi saksi pada saat amplop itu dibuka, namun hanya tiga pria yang terdampak langsung dengan serbuk itu. Mereka segera dievaluasi kesehatan dan dikarantia di dalam gedung tersebut.

Seperti dilansir NBC New York, Jumat (29/4/2016)  Polisi Federal dan Polis New York (NYPD) beserta Homeland Security atau Keamanan Nasional, langsung dipanggil dan mendatangp gedung itu. Setelah dievaluasi, serbuk itu ternyata tak berbahaya.

Namun demikian, masih membutuhkan waktu untuk menemukan apa gerangan jenisnya dan motif di balik pengiriman amplop tersebut. Saat amplop tak bernama itu diterima, Donald Trump sendiri tengah berkampanye di California.

Sejauh ini, hal itu bukan kali pertama Trump dikirim surat yang mencurigakan. Pada Maret lalu misalnya, Eric Trump, salah seorang anak laki-laki kandidat capres AS itu, juga menerima surat berisi bubuk putih yang disertai ancaman.

"Kalau bapakmu tidak keluar dari pencalonan, amplop kedua bukan lagi bubuk palsu," demikian bunyi ancaman itu. Dua hari kemudian, surat ancaman juga dikirim ke saudara perempuan Trump, Maryanne Trump Barry, yang merupakan hakim di Pennsylvania.

Pada saat itu, FBI bersama Secret Service dan Kantor Marshal menginvestigasi surat itu. Surat berisi serbuk putih menjadi sorotan, setelah tahun 2001 lalu di AS. Serbuk itu berupa antrax yang dikirim ke kantor media dan pemerintah, yang mengakibatkan lima orang tewas. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,