Jelang Hari Buruh Perancis Ricuh Dilanda Demo Brutal

Jelang Hari Buruh Perancis Ricuh Dilanda Demo Brutal

Jelang peringatan hari buruh sedunia Perancis ricuh dilanda demonstrasi brutal. (foto - ist)

Nantez - Jelang peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day), sekitar 170 ribu warga Perancis turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Massa yang terdiri atas pelajar dan pekerja tersebut, memprotes rancangan undang-undang ketenagakerjaan.

Demonstrasi berlangsung secara menyeluruh di negara Perancis. Aksi paling brutal terjadi di Kota Nantes, Lyon, dan Toulouse. Para pengunjuk rasa mengamuk dan melakukan pembakaran terhadap sejumlah mobil mewah yang terparkir di jalan. Salah satu peristiwa yang tertangkap kamera menunjukkan, sebuah mobil Porsche putih membara terbakar.

Saat bentrok dengan polisi, mereka bahkan tidak segan-segan melempar batu-batu besar dan botol kaca ke arah polisi antihuru-hara. Lemparan tersebut seketika dibalas petugas dengan tembakan gas air mata.

Dilansir Daily Mail, Jumat (29/4/2016) sedikitnya 124 orang ditahan karena ikut memprovokasi aksi kerusuhan, 57 di antaranya tertangkap di Kota Marseille. Sementara korban luka mencapai 24 orang, semuanya berasal dari kalangan kepolisian.

Demo tersebut terjadi menyusul dikeluarkannya peraturan baru, yang disinyalir akan semakin meningkatkan angka pengangguran di Perancis yang kini sudah menyentuh 10 persen. Massa khawatir jika RUU itu diluluskan, akan semakin meningkat menjadi 25 persen.

Berdasarkan informasi, dua hal utama yang menjadi pokok permasalahan dalam RUU tersebut. Pertama, tidak adanya standar pasti yang memungkinkan perusahaan dapat memecat karyawan kapan pun. Mereka juga bisa dengan mudah diberhentikan jika perusahaan mengalami penurunan di dalam maupun luar negeri. 

Kedua, usulan parlemen untuk menaikkan tarif pajak di kontrak kerja jangka pendek. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperbanyak pegawai tetap dalam suatu perusahaan.

Kaum muda yang mengatasnamakan diri Gerakan Nuit Debout (Up All Night) berada di garis terdepan, dalam aksi protes ke jalan ini. Dinamai demikian karena selama empat minggu terakhir mereka memprotes RUU Ketenagakerjaan, dengan berkumpul di alun-alun kota pada malam hari.

Disebutkan, massa mengungkapkan sudah mempersiapkan aksi protes yang lebih besar pada Minggu 1 Mei 2016, atau bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia. Sebelumnya, demo buruh di Perancis diperkirakan mencapai puncaknya pada 31 Maret 2016. Ada lebih dari 390 ribu orang memadati ibukota Paris. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,