Polisi Periksa 15 Orang Pegawai Klinik Aborsi di Bekasi

Polisi Periksa 15 Orang Pegawai Klinik Aborsi di Bekasi

Pasca-penggerebekan polisi periksa 15 orang pegawai klinik aborsi di Bekasi. (foto - ist)

Bekasi - Sejumlah warga dikejutkan dengan adanya penggerebekan Klinik Umum Umum Bekasi Medical Center milik Dokter Jabat, yang berada di Jalan Insiyur Haji Juanda, Kota Bekasi. Warga tak menyangka jika klinik umum itu diduga melayani praktik aborsi.

Mereka hanya tahu klinik umum yang melayani warga itu telah berpraktik selama puluhan tahun. Kabar kurang sedap terkait praktik aborsi sebetulnya sempat didengar warga. Namun mereka tak menduga jika klinik milik Dokter Jabat yang dimaksud.

"Dulu juga pernah berurusan dengan polisi, sehingga masyarakat mencium adanya (praktik aborsi) seperti itu," kata Ketua RT setempat Mastur, Jumat (29//4/2016).

Terkait dengasn masalah itu, polisi masih memeriksa 15 orang pegawai Klinik Bekasi Medical Center sekaligus tengah memburu Dokter Jabat dan Dokter Aldo, yang kabarnya mereka juga membuka klinik serupa di Sukabumi.

Terungkapnya praktik aborsi ilegal menyusul laporan dua korban ke polisi. Akhir Februari lalu, Ditkrimsus Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di empat lokasi. Yakni di Jalan Cimandiri, Cisadane, Menteng, dan Jalan Paseban, Senen Jakarta Pusat.

Sedikitnya 13 tersangka pelaku, baik dokter, pengelola klinik dan para pegawai yang sebagian besar hanya lulusan SMP pun ditangkap. Peralatan medis dan obat-obatan untuk pasien juga disita.

Praktik klinik aborsi atau pengguguran kandungan sebenarnya bukan hal baru. Dari tahun ke tahun, polisi kerap membongkar perbuatan jahat dan beriesiko tinggi ini. Salah satunya akhir Februari 2009, Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara 2, Jakarta Pusat. Bahkan septic tank pun sempat digali, dan ditemukan embrio serta tulang-tulang bayi hasil aborsi dengan tarif Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,