Duterte Sementara Unggul di 'Quick Count' Pemilu Filipina

Duterte Sementara Unggul di 'Quick Count' Pemilu Filipina

Kandidat Presiden Filipina, Rodrigo "Digong" Duterte dari Partai Kekuatan Demokratik Rakyat Filipina (PDP-Laban) sementara unggul dalam penghitungancepat. (foto - ist)

Manila - Filipina segera punya presiden baru. Salah satu kandidat Presiden Filipina, Rodrigo "Digong" Duterte disebut-sebut unggul sementara dalam versi penghitungan cepat (quick count), dari lima calon presiden (capres) lainnya.

Duterte, Walikota Davao yang kontroversial dan disebutkan sebagai Donald Trump-nya Filipina itu, dilaporkan unggul cukup  mencolok ketimbang lawan-lawannya, setelah dilangsungkan Pemilihan Umum (Pemilu) Filipina yang ditutup pada hari ini, Senin (9/5/2016) pukul 5 petang waktu setempat.

Di beberapa versi quick count terutama dari versi media GMA Network saat berita itu diturunkan, Duterte dengan "kendaraan politik" Partai Kekuatan Demokratik Rakyat Filipina (PDP-Laban) unggul dengan perolehan mencapai 6.243.526 suara. Sementara rival terdekatnya, Grace Poe (independen) berada di angka 3,601.483 suara.

Sedangkan Mar Roxas (Partai Liberal) masih berkutat di posisi tiga, dengan raihan 3,454.782 suara. Jejomar Binay dari Partai Aliansi Nasionalis Bersatu (UNA) dengan 2.120.181 suara dan di urutan paling belakang, Miriam Defensor Santiago dari Partai Reformasi Rakyat (PRP) dengan 666.997 suara.

Pemilu Filipina yang juga memilih anggota legislatif, senator dan juga wakil presiden (wapres), juga mencuatkan kemenangan yang belum resmi lainnya dalam penghitungan cepat. Seperti dalam pemilihan wapres, di mana Bongbong Marcos unggul tipis dari rivalnya, Leni Robredo.

Marcos maju sebagai cawapres dari jalur independen, unggul sementara dengan raihan 7.223.906 suara. Sementara Rebredo (Partai Liberal) hanya memperoleh 6.469.416 suara.

Sementara cawapres lainnya, Alan Peter Cayetano yang juga maju dari jalur independen, berada di posisi tiga dengan 2,729.464 suara, Chiz Escudero (independen) dengan 2.301.509 suara dan di urutan terakhir, Antonio Trillanes IV (independen) dengan 383.282 suara.

Namun demikian, Komite Pemilu Filipina hingga saat ini belum mengeluarkan hasil resmi dan penghitungan cepat. Entah pada malam ini atau tengah malam nanti, atau bahkan keesokan harinya  akan merilis hasil resmi penghitungan suara tersebut.

Sebab, di beberapa wilayah durasi waktu pemilihan di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) harus diperpanjang selama satu jam. Ini disebabkan oleh masalah teknis mesin hitung suara. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,