Dua Dokter Diamankan, Klinik Aborsi di Deliserdang Digerebek

Dua Dokter Diamankan, Klinik Aborsi di Deliserdang Digerebek

Polisi mengamankan dua dokter, empat perawat dan seorang pasien saat menggerebek Klinik Aborsi di Deliserdang. (foto - ist)

Deliserdang -  Diduga melakukan praktik aborsi, Klinik Budi Mulia 2 yang berada di Jalan Medan-Binjai Km 13, Sunggal Deliserdang Sumut digerebek polisi, Senin (9/5/2016). Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sedikitnya tujuh orang.

Ketujuh orang yang diamankan itu terdiri atas 2 orang dokter, 4 perawat, dan seorang pasien. Dokter yang diamankan berinisial JS dan ES. JS diduga sebagai dokter yang melakukan aborsi, sedangkan ES adalah pemilik klinik dan penyedia peralatan. 

Sementara pasien yang diamankan, yakni M br S. Ia merupakan seorang mahasiswi yang diduga baru melakukan aborsi di klinik itu. "Kita melakukan penggerebekan setelah menyelidiki laporan dari masyarakat. Ketujuh orang itu diamankan tak lama setelah melakukan tindakan aborsi," kata Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu.

Berdasarkan pemeriksaan awal, M br S datang ke Klinik Budi Mulia 2 pada Minggu (8/5/2016) sekitar pukul 14.00 WIB. Ia meminta dilakukan aborsi terhadap kandungannya yang berumur sekitar 2 bulan. M br S diperiksa dr JS di ruang periksa. Setelah diperiksa, disepakati dengan biaya aborsi Rp 2,5 juta. Perempuan itu pun disarankan untuk opname. 

Pada Senin (9/5/2016), dr JS dibantu perawat melakukan aborsi kandungan pasien. Setelah selesai, polisi masuk melakukan penggerebekan. Selain mengamankan 7 orang dari lokasi, polisi juga menemukan janin yang diduga baru digugurkan. 
 
Mereka menyita seperangkat alat medis untuk persalinan, tempat tidur, serta seperangkat komputer yang diduga berisi data pasien aborsi. Berdasarkan pemeriksaan awal, praktik aborsi ilegal itu diduga telah berlangsung lebih dari 5 tahun. JS mengaku sekurangnya 30 kali mengaborsi dalam setahun.

Untuk mencari janin lainnya, polisi langsung melakukan penggalian di septic tank klinik. Dari penggalian itu, petugas menemukan sekurangnya 15 kantong plastik yang diduga berisi janin hasil aborsi. "Saat ini sedang diperiksa tim Laboratorium Forensik," kata Faisal. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,